Ia mengingatkan paparan asap dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan penyakit paru kronik dan menurunkan kualitas hidup anak hingga dewasa.
Kelompok anak yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi bayi, balita, anak dengan asma, penyakit jantung atau paru kronik, anak dengan disabilitas, serta anak yang bergantung pada oksigen dan alat medis.
Sementara itu, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K) Ketua Pengurus Pusat IDAI menegaskan, perlindungan anak dari dampak karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama keluarga dan pemerintah.
“Anak adalah kelompok yang paling rentan dalam bencana kabut asap, namun sering kali suaranya tidak terdengar,” kata Piprim.
Ia menekankan hak anak atas kesehatan, perlindungan, dan tumbuh kembang harus tetap terpenuhi dalam situasi darurat kabut asap. (ant/fia/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

