Mereka mengenakan kostum artistik yang terinspirasi dari kisah heroik Perang Bayu, sebuah perlawanan rakyat Blambangan terhadap penjajahan Belanda pada abad ke-18 yang menjadi bagian penting sejarah Banyuwangi.
Para wisatawan mengaku terkesan dengan kekayaan budaya yang ditampilkan dalam BEC 2026. Selain desain kostum yang megah, mereka juga mengapresiasi filosofi yang terkandung di setiap karya, serta keramahan masyarakat Banyuwangi yang mereka rasakan sejak proses persiapan hingga pelaksanaan karnaval.
“Saya sangat excited. Ini pertama kali saya ke Indonesia, pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini,” ujar Jerome, wisatawan asal Belgia.
Pengalaman serupa disampaikan Murad, wisatawan asal Pakistan. Pemuda berusia 21 tahun itu mengaku keterlibatannya sebagai peserta BEC menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan selama berada di Indonesia.
Sementara itu, Melissa Curtis dari Inggris mengaku semakin kagum setelah mengetahui makna di balik kostum yang dikenakannya.

NOW ON AIR SSFM 100

