Tingginya minat peserta dari luar Banyuwangi menunjukkan bahwa Gandrung Sewu tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni tradisional, tetapi juga daya tarik budaya yang menjangkau generasi muda lintas daerah.
Salah satu peserta yang akan tampil adalah Asiva Kirana Nadinar, siswi SMK Putikecwara, Kota Batu. Ia mengaku telah lama ingin menjadi bagian dari pertunjukan tersebut setelah menyaksikan video Gandrung Sewu yang viral di media sosial.
“Merinding melihat Gandrung Sewu. Pertama melihat langsung kepikiran ingin ikut. Makanya tahun ini saya mendaftar, dan lolos seleksi. Senang banget, sudah tidak sabar ingin segera bergabung,” ujarnya.
Bagi Asiva, kesempatan tampil dalam Gandrung Sewu menjadi pengalaman yang dinantikan. Ketertarikannya berawal dari tayangan di media sosial, kemudian mendorongnya untuk mendaftar hingga berhasil lolos seleksi.
Ipuk mengapresiasi keterlibatan anak muda dalam Gandrung Sewu 2026. Menurutnya, tingginya minat generasi muda menjadi kabar baik bagi keberlanjutan seni tradisional Banyuwangi di tengah perubahan zaman.
NOW ON AIR SSFM 100

