Kyoto Latte menawarkan pengalaman menikmati kopi dengan karakter rasa yang berbeda dari latte pada umumnya. Perpaduan kopi yang tetap intens, tekstur creamy, serta sentuhan manis pada akhir tegukan menjadi ciri khas minuman ini yang dikembangkan untuk memenuhi selera penikmat kopi di Indonesia.
Fransisco Agung Christian Nillu trainer % Arabica Indonesia menjelaskan, salah satu keistimewaan Kyoto Latte terletak pada proses pembuatan bahan dasarnya.
Berbeda dengan produk yang mengandalkan bahan racikan dari pemasok, Kyoto Latte menggunakan base yang dibuat sendiri.
“Yang membedakan Kyoto Latte ini dari kopi-kopi yang lain, kami membuat base kami semua homemade. Jadi, kami tidak mengambil dari supplier, tetapi kami buat sendiri,” ujar Fransisco, Senin (26/10/2026).
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga karakter dan kualitas produk. Selain menggunakan racikan bahan dasar buatan sendiri, kopi yang digunakan juga diimpor dari Jepang untuk mendukung karakter minuman yang ditawarkan.
Keunikan Kyoto Latte tidak hanya terletak pada bahan yang digunakan, tetapi juga pada keseimbangan rasanya.
Intensitas kopi tetap terasa tanpa menghadirkan rasa pahit yang berlebihan. Perpaduan dengan susu menghasilkan tekstur creamy, sementara sentuhan manis muncul sebagai aftertaste atau rasa yang tertinggal setelah kopi diminum.
“Kopinya masih intens, tidak terlalu pahit, tetapi masih ada creamy dan hint sweetness-nya di aftertaste-nya,” kata Fransisco.
Pengembangan Kyoto Latte juga tidak terlepas dari pemahaman terhadap kebiasaan konsumen di berbagai negara.
Menurut Fransisco, perbedaan budaya minum kopi di Jepang dan Indonesia menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadirkan minuman khas ini.
Konsumen Jepang, jelasnya, cenderung menyukai kopi dengan karakter klasik dan tingkat kemanisan yang tidak berlebihan. Cafe latte dan cappuccino menjadi contoh sajian yang umum mencerminkan preferensi tersebut.
“Untuk orang-orang Jepang sendiri, mereka memang tidak begitu terlalu suka kopi manis. Mereka lebih suka yang klasik coffee. Jadi, di sana kebanyakan coffee-nya lebih ke cafe latte, cappuccino,” tuturnya.(saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

