Menjaga kesehatan sering kali baru menjadi perhatian ketika tubuh mulai memberikan tanda-tanda. Padahal, banyak persoalan kesehatan dapat diminimalkan risikonya apabila kebiasaan hidup sehat dan pemeriksaan kondisi tubuh dilakukan sejak usia muda.
Pola makan, aktivitas fisik, berat badan, hingga kebiasaan sehari-hari menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Terlebih, sejumlah penyakit degeneratif kini tidak hanya menjadi persoalan pada kelompok usia lanjut.
Menurut dr. Hartatie Grace, M.Kes, dokter sekaligus Kepala HHP Clinic Surabaya, upaya menjaga kesehatan sebaiknya dimulai sebelum kita sakit. Menurutnya, pola hidup sehat harus diterapkan di semua golongan usia.
“Menjaga kesehatan se yogya nya dimulai saat seseorang di dalam kandungan,” ujar Hartatie.
Ia menilai, perhatian terhadap kesehatan mencegah berbagai persoalan yang dapat muncul kemudian hari, termasuk masalah berat badan, kolesterol, hingga penyakit yang berkaitan dengan metabolisme.
Kondisi berat badan berlebih atau overweight dapat dipengaruhi bebergaai faktor. Salah satunya pola konsumsi makanan tinggi lemak dan minuman tinggi gula, pola tidur yang tidak cukup.
Hartatie mencontohkan, kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan. Jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan seperti diabetes.
Menurut Hartatie, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar mengobati penyakit ketika sudah muncul. Perubahan kebiasaan dan perhatian terhadap kondisi tubuh perlu dilakukan jauh sebelumnya.
Hal inilah yang kemudian membuat pendekatan preventif semakin penting dalam pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui kondisi tubuhnya sekaligus menjadi dasar untuk melakukan perubahan gaya hidup apabila ditemukan faktor risiko.
Pendekatan layanan kesehatan seperti ini juga mulai dikembangkan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk HHP Clinic.
Menurut Hartatie, pendekatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya datang ketika membutuhkan pengobatan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkonsultasi dan menjaga kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.
Selain pencegahan, perkembangan layanan kesehatan juga mulai mengenal pendekatan regeneratif. Pendekatan ini menjadi perhatian terutama dalam konteks masalah kesehatan degeneratif yang berlangsung dalam jangka panjang.
Hartatie mengatakan, sebagian pasien dengan penyakit degeneratif terkadang merasa kondisi mereka sudah tidak memiliki banyak pilihan. Menurutnya, pendekatan regeneratif diharapkan dapat memberikan harapan ada sesuatu yang baru sekaligus menjadi bagian dari upaya penanganan yang lebih menyeluruh.
Pendekatan tersebut berjalan berdampingan dengan layanan kuratif atau pengobatan ketika seseorang telah mengalami gangguan kesehatan. Ada pula aspek rehabilitatif yang bertujuan membantu seseorang mempertahankan atau mengembalikan kemampuan fisiknya.
Aktivitas fisik dan olahraga menjadi salah satu bagian regeneratif yang tidak kalah penting. Di tengah gaya hidup masyarakat yang semakin sibuk, olahraga bukan hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
“Agar bisa berolahraga, kita membutuhkan alat gerak yang optimal terutama persendian kita, khususnya lutut. Banyak dari kita meremehkan degeneratif bagian dari tubuh yang disebut, lutut. Disini klinik HHP bersama tenaga profesional spesialis ortopedi, membantu masyarakat mengendalikan proses degeneratif yang terjadi.Olahraga itu memang lagi dibutuhkan juga supaya hidup sehat, prevensi,” ujar Hartatie.
Menjaga kesehatan yang menyeluruh juga tidak selalu identik dengan menghindari penyakit. Bagi sebagian orang, kualitas hidup turut berkaitan dengan bagaimana mereka merawat tubuh dan menjaga penampilan terbaik nya seiring bertambah nya usia.
Karena itu, perkembangan teknologi kesehatan dan estetika turut menjadi bagian dari kebutuhan tersebut. Berbagai teknologi seperti Pico Laser, DPL (Dye Pulsed Light), dan LIFU (Linear Intensity Focused Ultrasound) kini digunakan untuk membantu menangani sejumlah keluhan kulit, mulai dari jerawat, flek, kulit kendur hingga perawatan untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan tampak bercahaya.
Perawatan kulit dengan teknik microneedling juga menjadi salah satu pilihan yang berkembang. Dalam praktiknya, metode tersebut digunakan untuk membantu penyerapan bahan perawatan ke dalam kulit.
Tak hanya kulit wajah, perhatian terhadap kesehatan dan penampilan juga mencakup rambut. Persoalan kebotakan, misalnya, dapat dialami laki-laki maupun perempuan dan menjadi salah satu keluhan yang dicari penanganannya.
Sementara pada kelompok usia lanjut, perubahan fisik yang terjadi secara alami juga dapat memengaruhi fungsi tubuh. Hartatie mencontohkan kondisi kelopak mata yang mulai turun pada usia lanjut.
“Biasanya 60-an. Itu palpebranya sudah turun. Kalau turun penglihatannya kan terhalang, pandangannya jadi enggak enak. Itu sudah faktor usia,” ungkapnya. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

