
Selain menampilkan karya Gabriel, pameran juga memajang arsip fotografi Martin Chambi fotografer Peru di era kolonial yang menunjukkan lanskap Amazon, pegunungan Andes, gletser tropis, hingga kehidupan masyarakat Indigenous, yang menegaskan bagaimana fotografi membentuk identitas bangsa Peru.
Sementara untuk konteks lokal, pameran menampilkan karya Sultan Putra Gilang seniman Surabaya berjudul Meratap di Antara Tanah: Elegi atas Kehancuran.
“Buatku pameran itu harus kontekstual. Jadi walaupun karyanya Mas Sultan ini karya skulptur, karya lukisan atau gambar, menurutku masih inline dengan tema jejak yang mendekap,” ujarnya.
Yoppy mengatakan, penyusunan pameran juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menentukan alur pengunjung dan pemilihan karya yang ditampilkan.
NOW ON AIR SSFM 100

