Sabtu, 31 Oktober 2026

Risiko Jatuh pada Lansia Tinggi, Penanganan Cedera Tak Cukup Hanya Operasi Tulang

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi seorang lanjut usia (lansia) dengan alat bantu jalan atau zimmer. Foto: iStock

“Pada pasien usia lanjut, keberhasilan penanganan tidak hanya dilihat dari perbaikan kondisi tulang dan sendi, tetapi kemampuan pasien kembali bergerak dan menjalani aktivitas dengan lebih baik,” kata Teddy di Surabaya pada Sabtu (31/10/2026).

Ia menilai penanganan ortopedi perlu didukung program rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Dengan demikian, proses pemulihan tidak berhenti pada penanganan cedera, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi gerak tubuh.

Sedangkan dr. Nuniek Nugraheni, dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi menambahkan, rehabilitasi medik pada lansia dirancang secara personal dengan mempertimbangkan kondisi fisik serta kemampuan pasien.

Program tersebut mencakup latihan kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, hingga mobilitas. Latihan ini bertujuan mengurangi keterbatasan aktivitas sekaligus membantu lansia mempertahankan kemampuan bergerak secara mandiri.

“Melalui program yang disesuaikan, seperti latihan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan mobilitas, kita dapat membantu mengurangi keterbatasan aktivitas serta mendukung lansia agar tetap aktif dan mandiri,” terang Nuniek. (kir/saf/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 31 Oktober 2026
29o
Kurs