Karena itu, semangka dapat menjadi salah satu pilihan untuk menambah asupan cairan sekaligus buah dalam menu sehari-hari. Namun, semangka tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya sumber serat.
Untuk memenuhi kebutuhan serat, pola makan tetap perlu dilengkapi berbagai makanan lain seperti kacang-kacangan, lentil, biji-bijian utuh, sayuran, buah beri, serta beragam jenis buah.
Meski dapat membantu pencernaan, makan semangka dalam jumlah banyak tidak selalu memberikan manfaat yang sama bagi setiap orang. Kandungan fruktosa di dalam semangka dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Dilansir dari Antara pada Senin (31/8/2026), fruktosa merupakan salah satu jenis gula alami. Pada orang tertentu, gula ini lebih sulit diserap dan dapat mencapai usus besar.
Di bagian tersebut, fruktosa dapat difermentasi bakteri dan menghasilkan gas. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kembung, sakit perut, hingga diare.

NOW ON AIR SSFM 100

