Semangka bukan hanya menyegarkan saat dikonsumsi, tetapi juga dapat membantu mendukung kelancaran buang air besar (BAB).
Kandungan air yang tinggi dan sejumlah serat di dalamnya berperan dalam menjaga kondisi saluran pencernaan.
Chelsea Rae Bourgeois ahli gizi menjelaskan, sekitar 92 persen kandungan semangka terdiri atas air. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga tinja tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Selain air, semangka juga mengandung serat. Meskipun jumlahnya tidak setinggi buah atau makanan berserat lainnya, serat tetap berperan dalam menambah volume tinja dan membantu pergerakannya melewati saluran pencernaan.
Satu potong semangka, atau sekitar seperenam bagian dari buah berukuran sedang, mengandung sekitar 1,14 gram serat. Sementara dua cangkir semangka mengandung kurang dari 2 gram serat.
Karena itu, semangka dapat menjadi salah satu pilihan untuk menambah asupan cairan sekaligus buah dalam menu sehari-hari. Namun, semangka tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya sumber serat.
Untuk memenuhi kebutuhan serat, pola makan tetap perlu dilengkapi berbagai makanan lain seperti kacang-kacangan, lentil, biji-bijian utuh, sayuran, buah beri, serta beragam jenis buah.
Meski dapat membantu pencernaan, makan semangka dalam jumlah banyak tidak selalu memberikan manfaat yang sama bagi setiap orang. Kandungan fruktosa di dalam semangka dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Dilansir dari Antara pada Senin (31/8/2026), fruktosa merupakan salah satu jenis gula alami. Pada orang tertentu, gula ini lebih sulit diserap dan dapat mencapai usus besar.
Di bagian tersebut, fruktosa dapat difermentasi bakteri dan menghasilkan gas. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kembung, sakit perut, hingga diare.
Orang dengan sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS) juga dapat lebih sensitif terhadap fruktosa dan jenis karbohidrat tertentu yang mudah difermentasi.
Artinya, jumlah semangka yang dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan keluhan bisa berbeda antara satu orang dan lainnya.
Bourgeois menyarankan, konsumsi buah dilakukan secara beragam agar asupan zat gizi dan serat lebih optimal. Apel, pir, jeruk, kiwi, buah beri, dan alpukat dapat menjadi pilihan untuk menambah asupan serat.
Kecukupan cairan juga tidak kalah penting. Air membantu serat bekerja dengan baik di dalam saluran pencernaan.
Sebaliknya, meningkatkan konsumsi serat secara tiba-tiba tanpa diikuti asupan cairan yang cukup justru dapat memicu kembung atau sembelit. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

