Risiko mengalami kecemasan paling rendah ditemukan pada mereka yang tidak mengalami paparan gula secara signifikan sejak dalam kandungan, sampai dua tahun pertama kehidupan. Sementara perempuan yang tidak mengalami pembatasan jumlah gula yang dikonsumsi pada usia dini, juga diketahui lebih mungkin terkena kecemasan saat dewasa.
Paparan gula juga berakibat memengaruhi pola makan dalam jangka panjang. Mereka yang paling lama tidak terpapar gula, yakni sejak dalam kandungan hingga usia 24 bulan, melaporkan memiliki preferensi yang lebih rendah terhadap makanan manis saat dewasa.
“Meski konsumsi gula meningkat setelah pembatasan tersebut berakhir, lingkungan nutrisi pada masa awal kehidupan tampaknya tetap memiliki relevansi jangka panjang terhadap kesehatan mental,” kata Prof. Nophar Geifman.
Faktor yang memengaruhi data penelitian tersebut adalah periode kelahiran para peserta. Mereka lahir antara 1951 dan 1956, ketika pembatasan konsumsi gula pascaperang di Inggris masih diberlakukan hingga kemudian dihentikan secara bertahap.
Menurut Geifman, periode tersebut menjadi unik karena “begitu banyak orang tidak memiliki kelebihan gula dalam pola makan mereka, kemudian konsumsi gula secara perlahan mulai meningkat dalam jangka waktu yang panjang.”

NOW ON AIR SSFM 100

