Kamis, 8 Oktober 2026

Suara Berubah Jangan Diabaikan, Studi Temukan Kaitannya dengan Risiko Demensia

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Ilustrasi suara. Foto: Istimewa

Perubahan pada suara, seperti nada yang berubah, volume menurun, atau suara menjadi kurang jelas, ternyata dapat berkaitan dengan peningkatan risiko demensia dan gangguan kognitif.

Temuan tersebut berasal dari penelitian terbaru Drexel University College of Medicine di Philadelphia, Amerika Serikat, yang mengkaji hubungan antara gangguan suara, gangguan pendengaran, dan risiko gangguan kognitif di kemudian hari.

“Kami menemukan hubungan paling kuat dengan demensia pada pasien yang mengalami gangguan suara dan gangguan pendengaran,” kata Robert Sataloff, profesor sekaligus ketua di Drexel University College of Medicine, seperti dikutip New York Post, seperti dilansir Antara, Jumat (8/10/2026).

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Voice tersebut melibatkan 833.417 orang berusia 50 tahun ke atas. Para peneliti menganalisis hubungan antara gangguan suara, gangguan pendengaran, atau kombinasi keduanya dengan kemungkinan mengalami gangguan kognitif atau demensia, termasuk penyakit Alzheimer.

Penilaian dilakukan mulai satu tahun setelah peserta didiagnosis mengalami gangguan suara atau gangguan pendengaran.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 8 Oktober 2026
30o
Kurs