Perubahan pada suara, seperti nada yang berubah, volume menurun, atau suara menjadi kurang jelas, ternyata dapat berkaitan dengan peningkatan risiko demensia dan gangguan kognitif.
Temuan tersebut berasal dari penelitian terbaru Drexel University College of Medicine di Philadelphia, Amerika Serikat, yang mengkaji hubungan antara gangguan suara, gangguan pendengaran, dan risiko gangguan kognitif di kemudian hari.
“Kami menemukan hubungan paling kuat dengan demensia pada pasien yang mengalami gangguan suara dan gangguan pendengaran,” kata Robert Sataloff, profesor sekaligus ketua di Drexel University College of Medicine, seperti dikutip New York Post, seperti dilansir Antara, Jumat (8/10/2026).
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Voice tersebut melibatkan 833.417 orang berusia 50 tahun ke atas. Para peneliti menganalisis hubungan antara gangguan suara, gangguan pendengaran, atau kombinasi keduanya dengan kemungkinan mengalami gangguan kognitif atau demensia, termasuk penyakit Alzheimer.
Penilaian dilakukan mulai satu tahun setelah peserta didiagnosis mengalami gangguan suara atau gangguan pendengaran.
NOW ON AIR SSFM 100

