Hasil penelitian menunjukkan peserta yang mengalami gangguan suara tanpa gangguan pendengaran memiliki kemungkinan 58 persen lebih tinggi mengalami demensia atau gangguan kognitif di kemudian hari.
Risiko tersebut lebih tinggi pada peserta yang mengalami gangguan suara sekaligus gangguan pendengaran. Kelompok ini memiliki kemungkinan 104 persen lebih tinggi mengalami demensia atau gangguan kognitif dibandingkan kelompok pembanding.
Sementara itu, jika seluruh peserta dengan gangguan suara digabungkan, baik yang disertai gangguan pendengaran maupun tidak, terdapat peningkatan kemungkinan sebesar 29 persen untuk mengalami demensia atau gangguan kognitif.
Peserta yang hanya mengalami gangguan pendengaran juga menunjukkan kemungkinan lebih tinggi, yakni sebesar 27 persen.
“Kami menemukan bahwa mereka yang mengalami gangguan suara tanpa gangguan pendengaran memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan pasien yang hanya mengalami gangguan pendengaran,” ujar Sataloff.
NOW ON AIR SSFM 100

