Kamis, 8 Oktober 2026

Suara Berubah Jangan Diabaikan, Studi Temukan Kaitannya dengan Risiko Demensia

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Ilustrasi suara. Foto: Istimewa

Gangguan suara sendiri dapat muncul dalam berbagai bentuk. Cleveland Clinic mencatat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan suara, antara lain laringitis, kelumpuhan pita suara, lesi pita suara, dan disfonia spasmodik atau distonia laring.

Peneliti menduga hubungan tersebut dapat berkaitan dengan perubahan pola interaksi sosial. Gangguan suara maupun gangguan pendengaran dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman ketika berbicara dan akhirnya mengurangi aktivitas sosial.

Padahal, keterlibatan dalam aktivitas sosial dapat memberikan stimulasi bagi otak. Sejumlah penelitian sebelumnya juga mengaitkan aktivitas sosial dengan kesehatan kognitif dan risiko demensia.

Menurut Sataloff, hubungan antara gangguan suara, gangguan pendengaran, dan gangguan kognitif masuk akal karena seseorang yang mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berbicara mungkin lebih jarang berpartisipasi dalam kegiatan sosial maupun aktivitas lain yang mendukung fungsi otak.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa perubahan atau gangguan suara bukan berarti seseorang pasti akan mengalami demensia.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 8 Oktober 2026
31o
Kurs