Minggu, 15 Februari 2026

Tren Positif Renang di Surabaya, Kolam Perumahan Dongkrak Minat Anak Sejak Dini

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi seseorang yang tengah berenang. Foto: Pexels

Perkembangan olahraga renang di Surabaya disebut menunjukkan tren positif. Munculnya kolam renang di berbagai kawasan perumahan, dinilai menjadi faktor pendorong meningkatnya minat anak-anak untuk berlatih sejak usia dini.

“Perkembangan olahraga renang saat ini sangat baik, terutama dengan munculnya kolam-kolam renang di perumahan. Itu memunculkan minat anak-anak untuk berlatih,” ujar Agus Setiyono praktisi sekaligus pelatih renang Surabaya.

Dari pengamatannya, ada beberapa alasan utama mengapa orang tua memilih renang sebagai olahraga anak. Pertama, renang dinilai sebagai olahraga yang relatif aman dan tidak membebani fisik secara berlebihan.

“Mayoritas orang tua berpendapat renang itu tidak terlalu berat untuk anak. Tidak ada beban yang harus diangkat,” jelas Agus.

Kedua, dari sisi biaya, renang dianggap lebih terjangkau dibandingkan cabang olahraga lain. Perlengkapan yang dibutuhkan relatif sederhana dan harga tiket masuk kolam renang pun masih ekonomis.

“Anak laki-laki mungkin hanya butuh celana renang dan kacamata. Itu jauh lebih murah dibanding sewa lapangan olahraga lain,” katanya.

Selain faktor biaya dan keamanan, orang tua juga meyakini renang berdampak positif terhadap pertumbuhan fisik anak.

“Orang tua masih percaya olahraga renang membuat anak tumbuh lebih tinggi, posturnya lebih bagus, dan lebih sehat,” ujar Agus.

Meski paparan sinar matahari kerap membuat kulit anak lebih gelap, menurut Agus, hal ini bukan lagi menjadi kekhawatiran utama orang tua. “Sekarang orang tua sudah tidak terlalu mempersoalkan itu. Kan ada banyak skin care untuk mencerahkan kulit,” katanya.

Agus Setiyono praktisi olahraga renang sekaligus salah satu pelatih renang di Surabaya. Foto: Shava suarasurabaya.net

Agus menambahkan, salah satu indikator kuatnya minat terharap olahraga renang tampak dalam ajang “Negeri Bahari Fun Swimming 2026” yang diikuti 381 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Tuban, Pasuruan, Lumajang, hingga wilayah Madura seperti Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep.

Agus mengungkapkan, penyelenggaraan fun swimming di kawasan G-Walk Citraland itu telah memasuki tahun ketujuh. Setiap tahun jumlah peserta terus meningkat.

“Awalnya 150 peserta, lalu 200, 300, kemudian Agustus 2025 tembus 340 peserta. Sekarang total nomor lomba sudah mencapai 550 lebih,” terang Ketua Penyelenggara Negeri Bahari Fun Swimming 2026 itu.

Menurut Agus, ajang ini secara khusus menyasar perenang pemula usia 4 hingga 17 tahun yang dibagi ke dalam lima kategori. Bahkan, dalam event sebelumnya tercatat peserta termuda berusia 3 tahun 1 bulan.

“Kami memang mengondisikan untuk anak-anak yang baru berlatih. Supaya mereka terbiasa ikut lomba dan tidak takut bertanding,” kata Agus. (saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 15 Februari 2026
29o
Kurs