Minggu, 15 Februari 2026

Variasi Angle dan Pesan Jadi Fokus di “Bootcamp Ngonten with AI”

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Gana Arsista mentor sekaligus Video Editor dan Motion Graphic Designer Suara Surabaya ketika mengevaluasi konten yang dibuat peserta Suara Surabaya Academy "Bootcamp Jago Ngonten with AI" pada Minggu (15/2/2026). Foto: Fauzan Habibi Mg suarasurabaya.net

Gana Arsista mentor sekaligus Video Editor dan Motion Graphic Designer Suara Surabaya Media, menyebut konten menarik bukan konten yang banyak efek atau transisinya.

“Paling penting dalam editing adalah pesan-pesan yang mau disampaikan itu tersampaikan ke penikmat atau pengakses kontennya,” kata Gana saat Suara Surabaya Academy “Bootcamp Jago Ngonten with AI” pada Minggu (15/2/2026).

Gana juga mengingatkan pemanfaatan AI tidak boleh berlebihan. Karena bukannya dilirik, justru berpotensi di-skip.

“Menurutku ya beberapa konten-konten AI masih belum ada trust-nya. Memang AI ini mempermudah, tapi sebisa mungkin kita juga jangan terlena. Paling tidak harus ada proses campur tangannya manusia lah,” katanya.

Gana mengungkap, penggunaan AI untuk pembuatan konten juga bisa menghemat biaya pembuatan konten. Misalnya, dengan menggunakan background dari AI, sehingga dari sisi dekorasi bisa tekan biayanya.

Dari tiga hari penyelenggaraan Bootcamp Jago Ngonten with AI, Chandra Jayatama mentor sekaligus Video Editor Suara Surabaya dan Produser Podcast TMB, mengingatkan peserta untuk memperhatikan detail terkait pengambilan gambar.

Variasi angle bisa memperkaya konten, tapi perlu diperhatikan pesan apa yang mau dibangun.

“Kita harus memperhatikan estetika tapi kita juga harus memperhatikan penyampaian emosi. Pesannya mau seperti apa? Banyak sekali teknik-teknik di videografi itu yang bisa dipakai untuk menyampaikan menyampaikan hal itu,” terang Chandra.

Chandra mengatakan videografer adalah storyteller visual. Di mana penggunaan teknik videografi bisa memperkaya gambar. Tapi jangan sampai membuat penonton bingung karena saking banyaknya angle yang diambil.

“Jadi, sebenarnya variasi angle itu adalah tools yang bisa dipakai. Penting atau tidaknya tergantung dari pesan yang mau disampaikan. Apakah butuh untuk ini, apakah tidak dibutuhkan untuk menyampaikan pesannya gitu,” ungkapnya.

Sesi terakhir pelatihan Bootcamp Jago Ngonten with AI, seluruh peserta menampilkan karyanya yang dibuat dengan AI. Mentor juga memberikan penilaian, masukan dan tips untuk memperbaiki kontennya, supaya lebih menarik.

Total lima peserta yang mendapatkan hadiah, yaitu Taqi, Aji, Albi, Nina, dan Auliya. Penilaian dilihat dari keseluruhan aspek yang ada di konten, mulai dari kreativitas ide sampai hasil eksekusinya.

Dari sisi videografi dan pengambilan gambar ada Gana dan Chandra yang memberikan komentar. Lalu sisi audio, gestur dan skrip, ada Ananda Maharani penyiar Radio Suara Surabaya dan Arif Kuswardaya penyiar Radio Suara Surabaya dan VO Talent.

Sedangkan Yogie Arizal Trainer Digital Marketing dan Content Creator PT Edukasi Duta Bangsa mengomentari sisi kemenarikan dan isi kontennya. Pelatihan dari Suara Surabaya Academy diikuti 19 orang dengan usia di atas 25 tahun. (lea/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 15 Februari 2026
24o
Kurs