Pemerintah Jawa Timur minta Duta Besar Inggris mendorong untuk merealisasikan investasi beberapa perusahaan yang hingga kini tidak kunjung jalan meskipun izin prinsip investasi sudah ditandatangani.
“Izin prinsip investasi perusahaan-perusahaan Inggris harus didorong apa sebabnya belum terealisasi. Apakah ada hambatan? Nanti datanya kami kirimkan ke Kedutaan Inggris di Indonesia,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur saat menerima Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia di Gedung Negara Grahad, Surabaya, Kamis (23/6/2016).
Menurut Soekarwo, pemerintah Jawa Timur bersama Kadin juga telah melakukan kunjungan ke Inggris pada April lalu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menawarkan investasi baru bagi pengusaha di Inggris. Dari hasil kunjungan tersebut sedikitnya ada tujuh perusahaan yang sudah memproses realisasi seperti perusahaan konsultan dan micro finance.
Pada Bulan September, Pemerintah Jawa Timur juga akan kembali ke Inggris untuk membahas izin prinsip investasi yang belum terealisasi sekaligus mematangkan investasi yang masuk di Jawa Timur guna mempersiapkan kunjungan para pengusaha dari Inggris ke Jatim pada Bulan November mendatang.
Dalam kesempatan ini, Soekarwo juga mengatakan keinginannya untuk melakukan kerjasama dengan Inggris di bidang micro finance karena posisi pembiayaan Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan. “Kemungkinan kerjasama bidang micro finance tersebut dengan sistem bridging. Ini yang sedang dimatangkan dengan OJK,” kata Soekarwo.
Sementara itu, Moazzam Malik Dubes Inggris, mengatakan selama 1,5 tahun menjabat sebagai Dubes Inggris sudah keempat kalinya dia mengunjungi Jawa Timur. “Saya berharap kunjungan ini akan mempererat hubungan antara Jatim dan Inggris,” kata dia.
Menurutnya, Inggris merupakan investor terbesar kedua di Jawa Timur. Inggris sudah membuka beberapa kerjasama seperti kursus Bahasa Inggris British Council dan membuka kantor untuk kepengurusan visa di Jawa Timur pada Januari lalu. Dengan begitu jika masyarakat Jawa Timur ingin berkunjung ke Inggris bisa lebih mudah untuk mengurus visa.
“Ada banyak kesempatan untuk saling bekerjasama, saat ini sudah ada 87 perusahaan Inggris yang berinvestasi di Jawa Timur,” kata Moazzam. (fik)










