Dampak luapan lumpur Porong sangat dirasakan perajin tas dan sepatu kulit di desa Kleden dan Kludan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Secara geografis kawasan industri tas dan sepatu ini tidak termasuk daerah terendam lumpur. Tapi asumsi masyarakat luar Kabupaten Sidoarjo ini secara seluruhnya sudah belepotan lumpur panas Porong.
Pembeli dari luar kota tidak mau lagi datang sehingga outletpun banyak yang tutup. Yang bisa diandalkan hanya penjualan pada pameran di pusat perbelanjaan di luar kabupaten Sidoarjo.
WIN ENDARSO Bupati Sidoarjo pada JOSE ASMANU reporter Suara Surabaya, Sabtu (22/12) mengatakan, tidak ingin tas kulit produksi Tanggulangin yang memiliki jaringan pemasaran di luar negeri akhirnya tinggal nama.
Bupati yang pekan lalu memperoleh penghargaan pelayanan terbaik tingkat nasional di bidang investasi mengajak pengrajin Sidoarjo mengadakan road show di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Omzetnya pun cukup lumayan mencapai Rp 4 miliar untuk bulan lalu, kata WIN.{clip*1}
Meski daerah lain sudah ada yang menawarkan lokasi bagi pengrajin tas Tanggulangin, WIN tidak menghendaki. Kalau sekedar membantu pemasaran bolehlah, tetapi kalau dipindahkan secara fisik jangan, kata Bupati Sidoarjo.(kss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

