Pemerintah serukan maskapai penerbangan nasional yang akan menambah armadanya tidak membeli dari Eropa. Penambahan armada sebaiknya melalui negara lain karena prosedurnya lebih mudah, tidak ada biaya registrasi sebesar US$ 200 ribu, seperti yang diberlakukan Uni Eropa selama ini.
JUSMAN SYAFI’I JAMAL Menteri Perhubungan pada JOSE reporter Suara Surabaya di Jakarta, Jumat (21/12), mengatakan, selama larangan terbang ke Eropa itu bagi pesawat Indonesia diberlakukan kurangi saja biaya US$ 200 ribu itu dengan memilih pesawat terbang bukan dari Eropa.
JUSMAN mencontohkan membeli Airbus tapi dari tempat lain supaya mudah proses registrasinya. Tapi langkah ini jangan diartikan Indonesia memboikot pesawat terbang buatan Eropa. Berikut penjelasan Menteri Perhubungan, {clip*1}.
Meskipun Eropa diskriminasi, tambah JUSMAN, Pemerintah Indonesia tidak melakukan pembalasan terhadap kebijakan Uni Eropa itu. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

