Kalangan dunia usaha menghadapi posisi dilematis dalam upaya membantu membina kegiatan pedagang kaki lima (PKL). Tidak jarang upaya pengusaha malah seperti membuat PKL tumbuh subur.
DIDI WULYADI SIMSON Presiden Direktur Proslam Plano pengelola Pasar Atom menjelaskan, di tempatnya pembinaan PKL jalan sudah lama. Ada sekitar 50 PKL yang sudah dibina.
Mereka diberi tempat dan bisa leluasa jualan. Puluhan PKL ini pun dinilai sukses. Tapi imbasnya muncul PKL lainnya, dan kembali lalu lintas menjadi macet di sekitar Pasar Atom.
Kata DIDI yang juga juga Ketua Asosiasi Pusat Belanja dan Mall Indonesia (APBMI) Jatim, dengan kondisi seperti ini pihaknya menuntut peran pemerintah supaya ada penertiban PKL.
Dengan alasan seperti ini juga ia tidak ingin memaksakan semua mall sediakan lahan untuk PKL. Karena belum tentu semua mall ada lahan untuk hal tersebut.
DEDY SUHAYADI Wakil Ketua KADIN Jatim menambahkan, PKL itu mengurangi pengangguran. Tapi kalau tidak disentuh oleh aturan akan membuat keruwetan.
Selain merusak pemandangan juga mengganggu lalu lintas. Karena itu semua pihak perlu membahas konsepnya bareng-bareng jangan malah dibiarkan. Termasuk bagaimana bila PKL yang lama dibina, jangan malah muncul PKL lainnya.(ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

