Jumlah turis yang masuk Jawa Timur meningkat dari tahun ke tahun. Di akhir 2007 ini, diharapkan ada kenaikan lagi sebesar 1%-2%. Sedangkan kontribusi pendapatan pariwisata terbesar berasal dari subsektor restoran dan hotel.
Ini diungkapkan HARUN Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Propinsi Jawa Timur kepada suarasurabaya.net di sela press conference “Holiday Fair 2007” di Galery Ciputra Family Club Surabaya, Kamis (06/12).
Menurut HARUN, tugas utama Disparta adalah mempromosikan pariwisata di 38 Kabupaten dan kota di Jawa Timur. Tugas ini banyak sekali macamnya, satu diantaranya mengandeng klub olahraga dalam suatu kerjasama sinergi seperti Holiday Fair di Ciputra Golf and Family Club yang akan digelar mulai Jumat (07/12) besok.
Acara ini, menurut HARUN, akan menarik wisatawan untuk datang dan pada akhirnya akan menghasilkan pendapatan daerah. Tercatat ada lebih dari 21 juta turis di Jatim di tahun 2007. Kebanyakan turis itu berasal dari Eropa dan Asia.
“Kami berharap di akhir tahun 2007 ada kenaikan lagi sebesar 1 sampai 2 persen,” ungkapnya.
HARUN menambahkan kebanyakan turis itu limpahan dari Bali dan Yogyakarta. “Kalau datangnya dari Bali atau Yogyakarta sebagian besar turis Eropa yang datang ke Trenggalek dan Tulungagung. Sedangkan turis dari Bali singgahnya ke Banyuwangi dan kota-kota sekitarnya. Kalau datangnya dari Juanda kebanyakan turis Asia,” papar HARUN.
Peningkatan jumlah wisatawan ini menurutnya sangat bagus terlebih Jatim bisa menghasilkan devisa dari pariwisata saja hingga Rp 151 milyar. Banyaknya kota maupun kabupaten yang mulai membenahi tempat wisatanya dinilai juga merupakan cara untuk mendongkrak wisatawan.
“Pendapatan itu kebanyakan dari subsektor restoran dan hotel. Sebab pariwisata kan tidak hanya meliputi tempat wisata saja, restoran dan hotel juga merupakan bagian dari pariwisata itu sendiri,” tandasnya. (bir/ipg)
Teks Foto:
– HARUN Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Jatim.
Foto: BIRGITTA suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

