PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali mencatat prestasi internasional setelah berhasil masuk dalam 50 perusahaan publik terbaik Asia Pasifik (Fabulous 50) versi majalah bisnis Forbes.
“Penilaian diberikan mengacu kepada pencapaian kinerja Telkom selama tahun 2006 dan 2007 yang dinilai luar biasa,” kata EDDY KURNIA Vice President Public and Marketing Communication Telkom, dalam siaran persnya pada suarasurabaya.net, Rabu (05/12).
Penghargaan “Fabulous 50” tersebut diserahkan CHRISTOPHER FORBES, Vice Chairman Forbes, kepada ARIEF YAHYA Direktur Enterprise and Wholesale Telkom, disaksikan oleh RAFIDAH AZIZ Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia di Putrajaya, Kuala Lumpur, Selasa (04/12) malam.
Penyerahan penghargaan kepada Telkom itu dilakukan bersamaan dengan pemberian penghargaan kepada 49 perusahaan publik terkemuka Asia lainnya.
Telkom perusahaan nasional yang sahamnya juga tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE) itu menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk “Fabulous 50” dan satu dari tiga perusahaan industri telekomunikasi di wilayah Asia-Pasifik, selain China Mobil (China) dan Bharti Airtel (India).
“Fabulous 50” adalah penghargaan tahunan majalah Forbes Asia terhadap kinerja perusahaan-perusahaan publik di Asia Pasifik berdasarkan laporan keuangan.
Secara umum, prestasi Telkom sebetulnya tidak mengejutkan, sebab perusahaan telekomunikasi yang menggarap wilayah-wilayah berkembang dengan tingkat penetrasi seluler masih rendah itu, menunjukkan kinerja mengagumkan.
ARIEF YAHYA mengemukakan, keberhasilan Telkom tidak lain berkat adanya dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat bangsa, sehingga Telkom mendapatkan kepercayaan dunia internasional.
“Di tengah situasi yang sangat menantang saat ini, penghargaan ini sangat berarti bagi Telkom,” katanya.
Menurut ARIEF YAHYA, tahun 2007 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian nasional, ditandai meningkatnya harga minyak dunia, inflasi dan suku bunga yang tinggi. Dampak negatifnya terasa ke berbagai sektor, baik sektor riil maupun industri keuangan. Namun di tengah kondisi ekonomi makro yang penuh tantangan tersebut, sektor telekomunikasi menunjukkan daya tahan dan daya tumbuh yang baik.
Sejalan dengan rencana pengembangan bisnis perusahaan untuk mencapai target kapitalisasi pasar sebesar 30 miliar dolar AS pada 2010, Telkom kedepan akan melakukan berbagai pengembangan bisnis dan produk, termasuk pengembangan layanan untuk pelanggan korporasi seperti call center dan transaksi finansial.(ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

