SRI MULYANI Menteri Keuangan mengatakan masih banyak potensi pajak yang belum tergali. Ini membuat penerimaan pajak, rata-rata belum bisa memenuhi target.
Berdasar laporan sejumlah Kanwil Pajak Wilayah Jawa Timur, kata MULYANI pada RANGGA reporter Suara Surabaya, Selasa (04/12), diketahui belum ada Kanwil Pajak yang sudah memenuhi target 100%. Misalnya, Kanwil Pajak Jatim 1 untuk wilayah Surabaya. Dari target Rp 10,4 trilyun baru Rp 6,5 trilyun saja yang terkumpul.
Untuk Jawa Timur II yakni Sidoarjo, Madiun, Gresik, Pacitan dan sekitarnya baru terkumpul 80% dari Rp 4,8 trilyun target pajak. Demikian juga Kanwil Malang yang baru mengumpulkan 83% dari target Rp 4,8 trilyun.
Kata MULYANI, kalau tiap Kanwil bisa mencari terobosan menggali potensi-potensi pajak diharapkan pertumbuhan pajak bisa mencapai 30% tiap tahunnya. Ia mencontohkan ekstensifikasi sebagai upaya penggalian sumber pajak di Bali. Ada sekitar 1000 vila di sana yang disewakan pada orang-orang asing. “Sekarang vila-vila itu sedang didata sebagai sumber penerimaan pajak baru,”ujarnya.
SRI MULYANI Menteri Keuangan juga meresmikan 47 Kantor Pelayanan Pajak Pratama serta 19 kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan Jawa Timur, yang secara simbolis dilakukan dengan peresmian Gedung Kanwil Ditjen Pajak Jatim 1 di jalan Jagir Surabaya.
Menteri berharap kantor-kantor pelayanan pajak ini akan berfungsi sebagai sistem pajak yang integral dan transparan. (ran/tin)
NOW ON AIR SSFM 100

