Jumat, 16 Oktober 2026
Di 2008

Risiko Pasar dan Kredit Terus Meningkat

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Risiko pasar dan kredit akan terus meningkat di tahun 2008. Kedua risiko tersebut tergantung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah serta kondisi ekonomi global. Sementara risiko operasional tetap akan ada di setiap aktivitas.

OGI PRASTOMIYONO Wakil Ketua Umum Ikatan Auditor Internal Perbankan pada suarasurabaya.net, Selasa (04/12), di sela Kuliah Umum “Peran dan Fungsi Internal Audit di PT Bank Mandiri”, di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, menjelaskan risiko pasar biasanya tergantung pada fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Sedangkan kebijakan pemerintah misalnya terhadap pembebasan lahannya, kalau belum jelas akan menimbulkan risiko kredit di sektor infrastruktur. Namun secara umum, risiko pasar dan risiko kredit di perbankan sudah turun dengan indikator turunnya NPL (Non Performing Loan) perbankan nasional. “Tapi ini bukan berarti tidak akan terjadi kembali risiko pasar dan kredit di tahun mendatang,”ujarnya.

Masalah risiko operasional, kata OGI, terkait tumbuhnya bank dengan kantor cabang baru. Ini mengikuti tuntutan pemerintah dimana seluruh sektor harus tumbuh.

Meskipun risiko pasar dan kredit paling tinggi di tahun 2008, namun kondisinya sangat kompetitif dan tidak sebaik tahun 2007. Ini disebabkan banyak faktor seperti Pemilihan Umum (Pemilu) serta pengurangan subsidi untuk premium.

Untuk menekan risiko, OGI menyarangkan, perusahaan harus fokus terhadap segmen. Segmen yang paling prospektif, diantaranya, perkebungan dengan risiko tertinggi ada di proses kehutanan. Karena bahan bakunya berbasis hutan dan ijinnya cukup susah.

Risiko tersebut bisa ditekan dengan aplikasi metodologi Risk Based Audit (RBA). Dengan RBA akan mempertajam risk profile unit kerja terutama risiko tinggi. Berikut penjelasan OGI, {clip*1}.

Latar belakan penerapan RBA, tambah OGI, semakin kompleks risiko kegiatan usaha, perkembangan eksternal dan internal perbankan, serta meningkatnya kebutuhan dan tata kelola perbankan yang sehat dan terpadu. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
35o
Kurs