Pemprop Jawa Timur akan memfokuskan pengembangan 4 klaster yakni klaster sepatu, tebu, perhiasan dan perkapalan. Klaster yang dipilih tersebut berdasarkan potensi ekonomi dan sosial.
Ir.CIPTO BUDIONO Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Senin (03/12), mengatakan, dengan pemilihan klaster tersebut diharapkan bisa menjadi pengungkit bagi persoalan yang ada di Jawa Timur sebagai ketenagakerjaan dan kemiskinan.
Fokus pengembangan klaster, kata CIPTO, ditargetkan hingga 2 tahun ke depan. Dengan demikian klaster akan memiliki jejaring yang kuat serta menghasilkan kualitas dan kuantitas yang baik. Tujuan dari pengembangan klaster tidak lain adalah efisiensi industri serta pemanfaatan sumber daya lokal. Berikut penjelasan CIPTO, {clip*1}.
Setelah 4 klaster berkembang maksimal, ungkap CIPTO, klaster yang diincar adalah industri berbasiskan derifat Petrokimia. Produk dari Petrokimia diharapkan bisa dikembangkan ke industri derifasi.
Jangan sampai Benzene dari Petrokimia diekspor jadi bahan baku industri di luar negeri. Kenapa tidak dimanfaatkan di dalam negeri. Begitu pula dengan kosmetik juga berbasikan dari produk Petrokimia dan industri makanan dari hasil pertanian seperti jagung yang selama ini belum dimanfaatkan. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

