Meski harga minyak dunia terus melonjak tinggi, dipastikan tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Ir.CIPUTRA Owner Ciputra Group, imbas kenaikan minyak dunia ini akan ditutup dengan income dari gas Indonesia.
Pada suarasurabaya.net, Jumat (16/11), CIPUTRA mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2008 akan makin berkembang. Indonesia semakin diminati untuk investasi.
“Indikatornya dari segi keamanan. Selama setahun terakhir ini tidak ada terorisme. Ini menunjukkan Indonesia bisa mengatasi keamanan negara dengan caranya sendiri,”ujarnya.
Tapi dari kondisi yang ada saat ini, ungkap CIPUTRA, Indonesia membutuhkan banyak investor luar negeri. Masih banyak sumber daya alam yang belum terolah sebagai modal kekayaan alam.
CIPUTRA menyebut dari sisi kekayaan raw material, produk komoditas dan sumber daya alam, Indonesia masuk 10 besar negara. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa untuk pertumbuhan ekonominya berada di urutan ke-100.
Untuk mendatangkan investor asing, CIPUTRA menilai, pemerintah tidak sulit melakukannya. Asalkan mengembangkan ekonomi bangsa dengan pola kewirausahaan. “Ini sebagai kata kunci untuk mengatasi kemiskinan bangsa kita. Pemerintah harus mengembangkan kebijakan pro ekonomi bangsa,”ujarnya.
Harus diingat 10 tahun lalu, kata CIPUTRA, Indonesia lebih maju dari China, kenyataannya kini kita ketinggalan dengan China. Begitu pula 5 tahun lalu, Indonesia lebih maju dari Vietnam tapi sekarang ketinggalan dengan mereka. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

