Perdagangan surat hutang negara semakin prospektif. Hal tersebut disampaikan BIMANTARA WIJAYA Direktur Surat Berharga Negara Departemen Keuangan dalam pertemuan “BES dan Stakeholders”, Kamis (15/11).
Rata-rata perdagangan surat hutang negara selama tahun 2007, kata BIMANTARA, mencapai Rp 5,5 trilyun per hari. Bahkan pada Oktober lalu, sempat tembus Rp 6 trilyun per hari.
Menurut BIMANTARA, perdagangan surat hutang negara tersebut meningkat jika dibandingkan 2006. Rata-rata perdagangan selama 2006, hanya di kisaran Rp 3,3 trilyun per hari.
Untuk mendorong basis investor surat hutang negara, ungkap BIMANTARA, pemerintah sudah menyediakan instrumen Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dalam 3 kali penerbitan. Dalam waktu dekat ini, pemerintah juga akan menerbitkan surat hutang syariah. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

