PT Bangun Sarana Baja membidik Bahrain untuk kembangkan pasar ekspornya pada 2008. Direncanakan, kapasitas ekspor mencapai 500 ton per bulan untuk Bahrain.
SLAMET SETIJO GM PT Bangun Sarana Baja pada suarasurabaya.net, Minggu (04/11), di sela turnamen golf peringatan HUT ke-22 PT Bangun Sarana Baja di The Taman Dayu, mengatakan pasar ekspor yang sudah dimasuki diantaranya Singapura dan Australia.
Pengembangan ekspor keluar negeri ini, kata SLAMET, karena peluangnya ada dan kapasitas produksi perusahaan masih mencukupi. Untuk volume ekspor PT Bangun Sarana Baja baru mencapai 20% sedangkan 80% pasar dalam negeri.
“Kita akui untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja sudah kewalahan. Tapi ekspor tetap harus kita lakukan sebagai bentuk ekspansi pasar. Disamping itu, pasar menjanjikan meski ada tuntutan daya saing yang semakin tinggi termasuk delivery-nya harus tepat waktu,”paparnya.
Bahan baku baja yang diperoleh PT Bangun Sarana Baja, ungkap SLAMET, masih banyak konten lokal dari Gunung Garuda dan Krakatau Steel. Sisanya terpaksa harus impor.
Khusus main steel structure, menurut SLAMET, PT Bangun Sarana Baja bermain di pasar Power Plant, Tower, Chemical, Bridge dan pembangunan mal. Namun ia memprediksi seiring program percepatan bidang kelistrikan pada 2010 mendatang, pasar PT Bangun Sarana Baja lebih banyak terserap untuk Power Plant.
“Sampai saat ini komposisi pasar seimbang. Mudah-mudahan kapasitas produksinya bisa dipenuhi dan ditingkatkan terus. Pabrik seluas 6,3 hektar di Gresik ditujukan untuk main steel structure dengan kapasitas 1000-1500 ton/bulan dan tower sebesar 1500 ton/bulan,”tukasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

