Jumat, 16 Oktober 2026
Revitalisasi Harus Hati-hati

Jika Tidak Cash Flow Semakin Sulit

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Revitalisasi industri gula harus dilakukan hati-hati. Jika tidak sesuai dengan investasinya, cash flow di masa depan semakin sulit.

IRWAN BASRI Ketua Tim Revitalisasi Industri Gula BUMN pada suarasurabaya.net, di sela launching dua buku karangan DR AGUS PAKPAHAN Deputi Bidang Usaha Agro Industri, Jumat (02/11) malam, mengatakan, pelaku industri gula juga harus dilaksanakan dengan benar karena akan diperiksa oleh aparat yang melakukan tugas pengawasan.

Kinerja pelaku industri gula, menurut IRWAN, bisa naik dan turun akibat dipengaruhi lima hal utama. “Terjadinya persaingan di industri yang sejenis dan ini tanpa disadari. Seperti terlihat di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, X dan XI. Artinya, saat tebu kurang terjadilah proses tarik menarik. Masuknya pendatang baru dalam bisnis gula dengan gula rafinasi dan datangnya barang pengganti tebu yang sifatnya manis seperto sakarin,”ujarnya.

Perilaku pemaok dalam hal ini petani, kata IRWAN, juga ikut mempengaruhi. Kalau menerima tebu petani yang kurang baik, kualitas produk dari pelaku industri gula ikut jelek.

Begitu pula dengan perilaku pemasok alat-alat mesin yang masuk di PTPN dan RNI. Kalau barang kualitasnya jelek maka alat mesin pabrik gula juga tidak akan tahan lama. Saat ini rata-rata giling 180 hari atau 6 bulan. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
33o
Kurs