Jumat, 16 Oktober 2026
Hadapi Krisis 2008

PLN Siapkan Jurus Berkelit

Laporan oleh Eddy Prastyo
Bagikan

PT PLN Persero menyiapkan sejumlah strategi menghadapi potensi krisis finansial tahun 2008. Ini dibeberkan EDDIE WIDIONO Direktur Utama PT PLN Persero saat menjadi pembicara dalam dialog publik tentang Energi dan Ketenagalistrikan di ITS, Kamis (01/11).

Meskipun diakui hampir tiap tahun PLN tak pernah untung, namun kata EDDIE, potensi krisis finansial di tubuh PLN tahun 2008 sangat besar. Ini disebabkan naiknya harga BBM dunia yang nyaris menyentuh US$100 perbarrelnya, dikuranginya subsidi listrik oleh pemerintah secara bertahap, dan belum beroperasinya tambahan pembangkit 10 ribu megawatt yang sudah dicanangkan pemerintah.

Ditekankan EDDIE, krisis finansial ini tidak berdampak pada krisis pasokan energi listrik ke pelanggan. “Dari segi pasokan, kita sudah cukup. Hanya soal finansial saja kita menghadapi masalah di tahun 2008 nanti,” ujar dia.

Strategi yang akan diterapkan itu adalah menggunakan minyak bakar (MFO) dan bahan bakar nabati pada pembangkit-pembangkit BBM. Selain itu, sampai dengan selesainya proyek pembangunan pembangkit listrik non BBM sebesar 10 ribu megawatt, PLN akan memaksimalkan produksi pembangkit-pembangkit non BBM

PLN memang menghadapi masalah dengan naiknya harga BBM. Berdasar data PT PLN Persero per 31 Maret 2007, 34% listrik yang dibangkitkan diperoleh dari pembangkit listrik BBM. Sisanya, sebesar 26% dari pembangkit batu bara, 24% pembangkit gas alam, 14% pembangkit tenaga air, dan 2% pembangkit geothermal.

Masih dominannya pembangkit listrik bertenaga BBM ini membuat PLN kesulitan kala menghadapi fluktuasi harga BBM, karena di satu sisi, PLN masih terus merugi karena biaya pokok produksi lebih besar daripada Tarif Dasar Listrik (TDL).

Pemerintah pun memutuskan untuk membangun pembangkit-pembangkit non BBM lewat proyek listrik 10 ribu Megawatt. Saat ini pemerintah sudah menyepakati kerjasama dengan 60 kontraktor dan diharapkan akhir 2009, proyek ini selesai. Dengan tambahan 10 ribu Megawatt ini, diharapkan kapasitas terpasang yang sekarang mencapai 28.613 Megawatt bisa meningkat dua kali lipat.

Sampai dengan tahun 2009 inilah, kata EDDIE, PLN masih harus mengetatkan likuiditasnya. Selain strategi bahan bakar dan operasional, PLN juga menerapkan strategi konsumsi.

“Kita akan giatkan program penghematan listrik dan memasyarakatkan alat-alat listrik hemat energi,” ujar dia.

PLN pada tahun 2008 mendatang juga ditarget pemerintah untuk mengurangi pertumbuhan pelanggan untuk efisiensi penggunaan BBM bagi pembangkit-pembangkitnya. Dari 6,7 % pada 2007 diharapkan turun hingga hanya 5,5%.

Ini akan mencapai efisensi penggunaan BBM dari 10,5 juta kilo liter pada tahun 2007 menjadi sekitar 9 juta kilo liter pada tahun 2008.(edy)

Teks Foto :
– EDDIE WIDIONO
Foto : EDDY suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
31o
Kurs