Aksi China melakukan embargo produk seafood Indonesia dalam praktek perdagangan, menurut UNGGUL HERIQBALDY Dosen Pasca Sarjana Ilmu Managerial Economic Universitas pada Suara Surabaya, Senin (06/08), merupakan hal yang sangat biasa.
Jika terjadi suatu kasus dalam suatu negara, biasanya negara lain akan cepat merespon baik positif maupun negatif. Begitu pula masalah Indonesia dengan China, China dengan cepat merespon Indonesia.
Dalam kasus-kasus yang sama sebelumnya, biasanya kedua pihak akan duduk bersama untuk menentukan langkah mencari penyelesaian. UNGGUL tidak melihat kasus Indonesia-China akan merembet ke sektor lainnya.
Karena kepentingan kedua negara terlalu besar untuk memperuncing masalah. Apalagi baru dilakukan kunjungan JUSUF KALLA Wapres ke China berbicara investasi yang besar.
Aksi balas China pada Indonesia ini merupakan respon sesaat dari China. Dilihat dari kepentingan perdagangan dan geopolitik, China akan sangat memperhitungkan Indonesia. Begitu pula sebaliknya.
Penyebab utama aksi embargo produk Indonesia oleh China, kata UNGGUL, bukan karena kekhawatiran menurunnya ekspor ke Indonesia. Karena sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, China masih akan mampu bersaing. Tetapi aksi ini lebih disebabkan kekhawatiran China jika keretakan hubungan dagang Indonesia-China direspon negatif oleh negara-negara di kawasan regional. (yyn/tin)
NOW ON AIR SSFM 100

