Kegiatan hidden economy (ekonomi tersembunyi-Red) di Jawa Timur diyakini punya kontribusi cukup besar dalam pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. Namun karena hampir mustahil diukur, kegiatan ekonomi tersebut tak bisa berkontribusi dalam PDRB.
AHMAD ZAFRULLAH TN ekonom dari Universitas Surabaya pada suarasurabaya.net, Jumat (03/08) mengatakan kegiatan hidden economy yang diyakininya punya kontribusi besar dalam perputaran ekonomi di Jawa Timur diantaranya bisnis narkoba, perjudian, dan prostitusi.
Jawa Timur, kata AHMAD, setahun belakangan ini marak terungkap bisnis pabrik narkoba dalam skala besar. “Uang miliaran rupiah beredar dalam bisnis tersebut selama belum terendus polisi karena Jawa Timur selama ini bukan hanya menjadi daerah distribusi, melainkan juga daerah produksi narkoba,” kata AHMAD.
Begitu pula dengan perjudian yang diyakini AHMAD masih ada dalam omzet besar secara sembunyi-sembunyi dan bisnis prostitusi yang berjalan secara kasat mata. “Kita tak pernah tahu berapa perputaran uang di Dolly atau daerah prostitusi lainnya, tapi saya yakini itu cukup besar,” kata AHMAD.
Jika diakumulasikan, AHMAD memprediksi, pertumbuhan PDRB Jawa Timur 2005-2006 bisa lebih dari 6% karena kontribusi kegiatan hidden economy tersebut. Dari catatan Badan Pusat Statistik, pertumbuhan PDRB Jawa Timur 2005-2006 berada pada kisaran 5,8%.(edy)
NOW ON AIR SSFM 100

