Sabtu, 17 Oktober 2026

Pasar Kondotel Diminati Konsumen Surabaya

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pasar kondominium hotel (kondotel) makin diminati konsumen Surabaya. Kondotel yang dibangun dalam kawasan super blok, memberikan gaya hidup simplicity bagi penghuninya.

Tidak heran jika pengembang baik dalam maupun luar negeri berani menanamkan investasinya membangun kondotel lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Sampai semester II/2007, tercatat ada dua pengembang yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan kondotel yakni PT Adco Graha Sejahtera-PT Aston Internasional dengan Aston Place Twin Tower serta PT Lippo Karawaci Tbk dengan The Regency Kondominium di super blok City of Tomorrow (CiTo).

Kondotel yang mengadopsi model tempat tinggal ala ‘studio’ di luar negeri ini, diakui JOHN FLOOD Vice President Aston Internasional cukup laris di negara-negara Eropa dan Amerika. Berdasarkan pasar yang kondusif di luar negeri, kondotel coba diaplikasikan di beberapa proyek jaringan Aston di Indonesia termasuk di Surabaya.

Pada suarasurabaya.net, Selasa (31/07), JOHN mengatakan, pembangunan kondotel dalam kawasan super blok memberikan banyak keunggulan baik bagi pengembang maupun pemilik unit kondotel. Di tingkat persaingan, akan memudahkan pengembang mencapai room rate maupun room nite. Bagi pemilik akan mendapatkan turn over yang menguntungkan jika unit dijual kembali.

Pasar kondotel saat ini, menurut JOHN, ternyata bisa diterima konsumen Indonesia. Ini terbukti dari pengoperasian Aston Hotel di Jakarta. Rata-rata tingkat okupansi di kisaran 90%-95%. Diharapkan di Surabaya, okupansi kondotel bisa di angka 80%-90%.

Optimisme tersebut didukung data penjualan proyek Aston Place sampai pre launching akhir Juli yakni 50% dari 96 unit residensial dan 50% dari 70 unit servis apartemen. Berikut penjelasan JOHN tentang potensi pasar kondotel di Indonesia, {clip*1}.

Kondotel, tambah JOHN, sebenarnya tidak beda jauh dengan hotel. Prinsipnya hanya pada kepemilikan unit. Unit kondotel berupa studio mulai dari 1 sampai 3 kamar, ditambah dapur dan kamar mandi.

Hal senada juga disampaikan PAULINA PUSPITASARI Marketing Manager The Regency. Menurut SARI, pasar kondominium yang dilengkapi hotel dan dibangun dalam kawasan super blok, sangat menguntungkan pengembang maupun pemilik unit.

Apalagi melihat tipe konsumen Surabaya, ingin produk murah tapi fasilitas lengkap dan berkelas seperti hotel, kondotel bisa jadi alternatif investasi dalam bentuk properti. Bagi investor, unit kondotel juga akan menguntungkan untuk jangka panjang.

Tingginya animo masyarakat memiliki unit kondotel terlihat dari penjualan The Regency sampai akhir Juli 2007 yakni 82%. Rata-rata pembeli memilih unit dengan 1 kamar, sedangkan 2-3 kamar masih terus ditawarkan. Sedangkan pembeli 60%-nya adalah investor.

“Tinggal di kondotel seperti halnya tinggal di hotel. Karena fasilitas yang disediakan tidak beda jauh dengan fasilitas hotel bintang lima. Bahkan untuk maintenance unit, penghuni bisa menyerahkan ke pihak hotel. Ini sebuah pilihan bagi mereka yang memang ingin mendapatkan gaya hidup simplicity,”ujarnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
29o
Kurs