Minggu, 18 Oktober 2026

Harga Susu Impor Naik, Peluang Pasar Susu Lokal

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Harga susu impor yang naik di kisaran 5%-10% seharusnya menjadi peluang pasar bagi susu lokal. Pemerintah seharusnya peka dengan kenaikan harga susu impor tersebut dengan mengisi pasar susu lokal. Hal tersebut disampaikan SULISTYANTO Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia-Jawa Timur, menyikapi kenaikan susu impor.

Pada suarasurabaya.net, Rabu (04/07), SULISTYANTO menjelaskan, selama ini pasar susu di Indonesia, 70% dipenuhi dari susu impor sedangkan susu dalam negeri hanya 25% atau 1200 ton/hari. Harga susu lokal per liter Rp 3000 sementara susu impor mencapai Rp 5000/liter.

Kenaikan susu impor di pasaran, ungkap SULISTYANTO disebabkan karena permintaan susu di Uni Eropa dan Amerika cukup tinggi. Padahal jumlah sapi perah tetap dan produk susu juga tetap. Akibatnya, susu impor naik dan berimbas ke Indonesia.

Dengan kenaikan susu impor, papar SULISTYANTO, pemerintah bisa mengalihkan pasarnya ke dalam pasar lokal. Artinya, pemerintah bisa mendorong peternak susu sapi untuk meningkatkan produksinya dengan memberikan pinjaman lunak untuk pembelian sapi perah dan pakan ternak yang berkualitas.

Saat ini di Jawa Timur hanya ada 29 ribu peternak sapi perah dengan 125 ribu ekor sapi. Dari 125 ribu sapi tersebut menghasilkan bahan baku susu sebanyak 600 ton/hari atau setiap sapi baru menghasilkan 10 liter per hari.

“Target kita setiap sapi bisa menghasilkan 15 liter per hari. Apalagi Jawa Timur memasok kebutuhan bahan baku susu 50% dari total bahan baku yang ada di Indonesia. Kalau saja pemerintah bisa membantu sekitar Rp 180 milyar untuk menambah 10 ribu sapi perah, target bisa dipenuhi,”paparnya.

Kebutuhan penambahan sapi perah untuk meningkatkan produksi bahan baku susu, kata SULISTYANTO, sekitar 40 ribu ekor. Mengenai pakan ternak, diakui SULISTYANTO, sampai saat ini belum layak bagi sapi-sapi yang dimiliki peternak.

“Dua tahun terakhir, dengan harga bahan baku susu, peternak tidak bisa memberikan pakan ternak yang layak bagi sapinya. Akibatnya, susu yang dihasilkan juga kurang berkualitas. Dengan kenaikan harga susu, otomatis harga bahan bakunya juga ikut naik. Kenaikan harga ini akan menolong peternak menyisihkan dananya membeli pakan ternak yang berkualitas dan membeli sapi. Baru kali ini peternak merasa break event point (BEP) atau balik modal dengan kenaikan bahan baku susu,”pungkasnya. (tin)

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
32o
Kurs