Minggu, 18 Oktober 2026

Gim Online Berpotensi Jadi Sarana Propaganda Ekstremisme, Ini Cara Mencegahnya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi seseorang yang memainkan game di konsolnya. Foto: Unsplash

Perkembangan gim game menghadirkan tantangan baru dalam upaya mencegah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Platform yang umumnya digunakan sebagai sarana hiburan berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan propaganda kekerasan hingga merekrut anak muda yang rentan terpapar paham ekstrem.

Angel Damayanti Guru Besar Ilmu Keamanan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (FISIPOL UKI) menegaskan, gim daring bukan penyebab langsung radikalisme.

Risiko muncul ketika fitur komunikasi dan interaksi di dalamnya dimanfaatkan kelompok ekstremis untuk menyebarkan kebencian, menormalisasi kekerasan, membangun loyalitas eksklusif, hingga merekrut individu yang rentan.

“Game online bukanlah penyebab langsung terjadinya radikalisme karena kebanyakan pemain tidak memiliki hubungan dengan ekstremisme. Risiko muncul ketika media ini dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian, menormalisasi kekerasan, membangun loyalitas eksklusif, dan merekrut individu yang rentan seperti remaja dan anak muda,” ujar Rektor UKI periode 2026–2030 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
32o
Kurs