Disperindag Bojonegoro kembali melakukan operasi minyak goreng untuk mengatasi naiknya harga minyak goreng. Dalam sepekan harga minyak goreng telah naik kembali sebesar Rp 7800.
Kenaikan harga terjadi secara merata di seluruh pasar di Bojonegoro. Diduga kenaikan harga akibat penurunan pasokan dari produsen.
JOKO PRASETIO Kepala Disperindag Bojonegoro pada EVI reporter Suara Bojonegoro Indah dalam Jaring Suara Surabaya, Jumat (01/06), mengakui, minggu terakhir pasokan dari pabrikan mengalami penurunan. Sehingga kota besar juga mendatangkan pasokan dari Malaysia.
Keberadaan minyak goreng Malaysia kemungkinan juga menjadi penyebab mahalnya harga minyak goreng tersebut. Hanya saja sejauh ini di Kabupaten Bojonegoro belum terpantau keberadaan minyak goreng asal Malaysia.
Untuk menekan kenaikan harga minyak, goreng Disperindag akan menggelar kembali operasi pasar hingga mencapai harga normal. JOKO mengungkapkan, Sabtu (02/06) besok akan didistribusikan minyak goreng di dua titik yakni di Pasar Kota dan di Pasar Banjar dengan harga jual Rp 6500 per kilogram.
Operasi pasar dipusatkan pada satu toko sebanyak 5000 liter. Kedua lokasi dipilih dengan alasan konsentrasi kebutuhan cukup besar. (yyn/tin)
NOW ON AIR SSFM 100

