Pengrajin yang tergabung dalam Industri Tas dan Koper (Intako) Jawa Timur akan menggelar Tanggulangin Fair akhir Juni 2007. Ini untuk mendorong peningkatan omset yang anjlok dalam waktu setahun terakhir. Tanggulangin Fair yang dilaksanakan di kawasan Intako Tanggulangin di Desa Keden dan Kludan.
SODIKUN Sekretaris Asosiasi Pengusaha Tanggulangin (APTA) Sidoarjo pada RULLY reporter Suara Surabaya, Jumat(01/05), mengatakan untuk kegiatan tersebut pihaknya masih terhambat masalah dana. Apalagi pada tahun 2006 kemarin sempat terhenti tidak ada pameran karena dampak lumpur Lapindo. Padahal sebelumnya setiap tahun digelar sejak 1999.
“Tanggulangin perlu diinformasikan pada masyarakat bahwa tidak semua terendam lumpur,”ujar SODIKIN.
Ketidaktahuan masyarakat inilah yang mengakibatkan omset turun drastis tahun 2006. Sehingga para pengrajin industri tas dan koper tidak mampu mewujudkan Tanggulangin Fair.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten dapat memfasilitasi dan memberi dukungan dana untuk pelaksanaan Tanggulangin Fair ini. SODIKIN mengungkapkan konsep pelaksanaan Tanggulangin Fair sudah matang. Kini para pengrajin menunggu Pemerintah Kabupaten Sidoajo memenuhi janjinya mendanai proyek Tanggulangin Fair.
SODIKIN menyebut omset penjualan retail telah menurun drastis tinggal 20%-25% sejak semburan lumpur. Dulu sekitar Rp 10 milyar, kini tinggal Rp Rp 2 milyar sampai Rp 2,5 milyar.
Keinginan APTA bukan hanya Tanggulangin Fair saja. Di sisi barat yang menghubungkan Tanggulangin-Porong banyak jalan alternatif menuju Tanggulangin. Masalah ini juga perlu sosialisasi dan pengembangan jalan alternatif tersebut menjadi jalan propinsi.
Guna mewujudkannya, APTA juga mengupayakan bantuan Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang akan diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum, diantaranya, Jasa Marga yang memiliki kewenangan terhadap pengembangan jalan raya Tol Porong-Gempol. (yyn/tin)
NOW ON AIR SSFM 100

