Pemerintah Kabupaten Malang mendesak PT. Indonesia Air Transport Tbk (IAT) sebagai operator penerbangan Malang-Denpasar-Mataram mengutamakan penerbangan yang berbasis wisata.
RENDRA KRESNA Wakil Bupati Malang, Selasa (29/30), mengatakan, Pemkab Malang menyetujui penerbangan Malang-Denpasar yang diharapkan bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk melancong ke Malang.
“Dengan adanya penerbangan Malang-Denpasar secara langsung akan mempermudah akses masuk ke Malang, terutama bagi wisatawan yang ada di Denpasar. Seperti wisatawan asal Jepang yang selama ini menjadi bidikan untuk masuk ke Malang melalui Denpasar,” ujarnya seperti dilansir Antara.
Menurut dia, wisatawan Jepang yang masuk ke Denpasar setiap tahun cukup besar. Dengan adanya penerbangan langsung menuju Malang, diharapkan bisa dengan mudah masuk Malang atau menjadi satu kesatuan berwisata dengan Bali.
“Penerbangan menuju ke Malang atau sebaliknya, akan melalui daerah di sekitar gunung Bromo, sehingga wisatawan atau penumpang secara langsung bisa menikmati dari atas keindahan gunung Bromo yang terkenal di dunia,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, dengan dibukanya penerbangan Malang- Denpasar pemerintah kabupaten Malang juga akan mengoptimalkan tempat wisata pendukung seperti tempat wisata Wendit, agrowisata dan wisata pantai di pesisir Malang Selatan.
YUDA PATRIDHINA penanggungjawab PT IAT, mengemukakan, terbang perdana Malang-Denpasar dari Bandara Abdulrahman Saleh akan dilaksanakan pada Rabu (30/05), dengan menggunakan pesawat tipe F-50 (Fokker 50) berkapasitas 50 penumpang.
“Penerbangan dari Malang menuju Denpasar berangkat pada pukul 14.30 WIB, dengan penerbangannya memakan waktu sekitar satu jam,” tuturnya.
Menyinggung permintaan Pemerintah Kabupaten Malang untuk menjadikan penerbangan wisata melalui atas gunung Bromo, pihaknya akan berusaha memenuhi. Namun tergantung petunjuk dari menara kontrol bandara.
Menurut dia, penerbangan menuju Denpasar harga tiket yang ditawarkan sebesar Rp300 ribu, sementara untuk langsung ke Mataram harga tiket sebesar Rp400 ribu per-orang.
Penerbangan yang dilakukan lima kali setiap pekannya ini, kecuali Selasa dan Kamis tidak ada penerbangan, setiap harinya melayani satu kali penerbangan PP (pergi-pulang).
Maskapai penerbangan nasional yang telah beroperasi di bandara Abdulrahman Saleh Malang antara lain Sriwijaya Air dan Mandala Air dengan jalur penerbangan Malang-Jakarta.(ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

