Akibat musibah lumpur Lapindo dana kredit bank makin tinggi yang tidak tersalur. Data Bank Indonesia Kantor Surabaya menyebutkan hingga akhir Maret 2007 dana kredit bank yang batal ditarik nasabah sudah lebih dari Rp15 trilyun.
Ini naik signifikan dibanding periode sama di 2006. Maret 2006 data Bank Indonesia kredit yang batal diambil nasabah di Jatim pasca akad kredit nilainya kisaran Rp13 trilyun.
LUCKY FATHUL AZIS Pemimpin Bank Indonesia Surabaya pada RULLY reporter Suara Surabaya, Sabtu (26/05) mengatakan prihatin dengan tingginya nilai kredit yang batal diambil nasabah.
Kata LUCKY sekarang bunga bank makin turun, tapi kondisi dunia usaha masih lesu terimbas musibah lumpur, sehingga belum optimal serap kredit yang sudah disetujui bank.
Belasan trilyun kredit yang batal diambil nasabah cermin dari kondisi usaha di Jatim.
RUDIANSYAH Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya mengatakan, lebih baik pelaku usaha tidak malah dipaksa cairkan dana.
Kata RUDIANSYAH belasan trilyun kredit yang batal diambil realitas yang harus dicarikan solusi. Sama juga dengan tingginya kredit macet yang diakibatkan lumopur.
Menurut RUDIANSYAH pengusaha ingin segerakan relokasi infrastruktur yang terendam atau yang masih terancam supaya dampaknya pada dunia usaha bisa diminimalkan.(ipg/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

