Senin, 19 Oktober 2026

Notebook Brand Lokal Mulai Merajai Pasar

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pasar notebook mulai dikuasai brand lokal. Bahkan di antara brand lokal sendiri terjadi persaingan ketat di pasar retail.

ANDRY TJAHYONO Owner AWD Computer pada suarasurabaya.net, Kamis (26/04), mengatakan, indikasi kuatnya brand lokal di pasar notebook terlihat dari peningkatan penjualan sampai kuartal I tahun 2007 yakni 60%-70% dibanding periode yang sama tahun 2006.

Sementara pertumbuhan penjualan brand impor, kata ANDRY, juga meningkat tapi tidak sedrastis brand lokal. Brand impor biasanya untuk memenuhi kebutuhan korporat, sedangkan brand lokal lebih ke retail. Di toko miliknya, komposisi penjualan notebook impor dan lokal di kisaran 20% dan 80%.

Peningkatan notebook brand lokal dipicu beberapa faktor. ANDRY menyebut peningkatan kebutuhan pengguna dimana dulu belum memakai notebook, saat ini mulai mengenal dan memakai dengan memilih produk lokal.

Dari segi harga, antara PC (Personal Computer) dan notebook tidak jauh berbeda. Bahkan saat ini notebook baru bisa diperoleh di kisaran Rp 2,9 juta seperti brand A Note. Harga ini hampir sama dengan PC.

Bagi siswa maupun pebisnis yang mobile, menurut ANDRY, menggunakan notebook lebih cocok daripada PC. Layar yang dipilih biasanya 12-14 inchi.

Faktor pemicu lainnya yang membuat notebook brand lokal bisa merajai pasar notebook, ungkap ANDRE, penggunaan prosesor AMD. Malahan brand impor seperti HP dan Acer juga ada yang memakai prosesor AMD.

Dengan prosesor AMD, produk yang ditawarkan semakin murah. Banyak bermunculan brand lokal baru memakai AMD Bootline. Model, komposisi maupun komponennya. Hasilnya juga tidak kalah dengan prosesor Intel. Bagi konsumen dengan anggaran pas-pasnya tetap bisa membeli notebook dengan prosesor AMD.

Melihat indikator yang ada saat ini, ANDRY optimis, sejarah PC rakitan yang sudah menjadi tuan di Indonesia akan dialami notebook brand lokal. Konsumen makin yakin dengan kualitas notebook lokal. Berikut penjelasan ANDRY, {clip*1}.

ANDRY menambahkan untuk pasar PC tidak akan pernah mati, hanya saja penjualan terus mengecil. Ini mengingat penggunaan PC lebih banyak untuk kebutuhan bagian administrasi di kantor, Warnet yang harus online 24 jam atau kebutuhan bagi mereka yang sering berada di rumah.

Teks foto :
1. ANDRY TJAHYONO
2. Notebook A Note seharga Rp 2,9 juta ditawarkan di Komputek Computer Show di AJBS Surabaya
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
26o
Kurs