Senin, 19 Oktober 2026
Kejar Target 100 ribu DWT

Industri Perkapalan Indonesia Dikembangkan

Laporan oleh Marmorittarieta Stiltaurantia
Bagikan

Kondisi industri perkapalan saat ini kurang berdaya saing global. Hingga 2020, industri perkapalan ditargetkan mencapai kapasitas 100 ribu DWT. Ini diungkapkan FAHMI IDRIS Menteri Perindustrian dalam dialog interaktif Semarak Mahasiswa Perkapalan (SAMPAN) ITS, Rabu (25/04).

FAHMI mengatakan, ekspor industri perkapalan pada tahun 2006 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kapal US$ 207,3 juta dan komponen kapal US$ 3,5 juta. Jadi totalnya US$ 210,80 juta. Namun ini masih jauh dibandingkan impor kapal ke Indonesia.

Impor kapal tahun 2006, US$ 764,13 juta dan komponen kapal US$ 39,30 juta, sehingga totalnya US$ 803, 43 juta. Untuk mengatasi hal itu, Departemen Perindustrian bekerja sama dengan Institut Teknologi Nopember Surabaya (ITS) membuat Pengembangan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN) atau National Ship Design and Engineering Center (NASDEC).

FAHMI menjelaskan galangan kapal nasional telah membangun dan mereparasi kapal berbagai jenis dan ukuran. Satu diantaranya Kapal oli Tanker dengan kapasitas 30.000 Dead Weight Ton (DWT) pesanan Pertamina yang dibuat PT PAL Indonesia.

“Intinya, pengembang investor dapat melakukan kerja sama strategis dengan PT PAL untuk pengembangan kapasitas PT PAL. Sehingga PT PAL mampu membuat jenis kapal-kapal tertentu sehingga targetnya mencapai kapasitas 100-200 ribu DWT,” jelas FAHMI pada suarasurabaya.net.

Investor atau peminat serius industri perkapalan, antara lain Cina, Malaysia, Korea. Ini bagus untuk pengembangan industri perkapalan yang ada di Lamongan. Namun, sampai sekarang belum diketahui hasilnya karena masih dalam proses studi dan pengembangan.

FAHMI menuturkan, industri perkapalan belum memiliki industri perkapalan yang unggul, mandiri, efisien dan berdaya saing global. Ini visi yang ingin dicapai industri perkapalan nasional. Kendala yang lain, Indonesia belum memproduksi kapal secara penuh.

“Dalam pembuatan kapal, 40 % nya itu komponen lokal, namun 60 % nya komponen luar,” ungkapnya.

Satu diantara komponen yang utama, industri baja. Jadi, akan terus dikembangkan yang mendekati bahan bakunya, seperti industri bijih besi dan batu bara yang ada di Kalimantan.

Strategi pengembangan Industri perkapalan, tambah FAHMI, meningkatkan kemampuan SDM, penguasaan teknologi untuk menciptakan industri kapal yang berdaya saing. Ini sekaligus mendukung banyak sektor termasuk sektor industri, perikanan laut, dan pariwisata, dan ekspor.

Teks Foto:
– FAHMI IDRIS Menteri Perindustrian
Foto : MUNING suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
26o
Kurs