Senin, 19 Oktober 2026
Dampak Lumpur Lapindo

Perlu Skema Transportasi Laut

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pemerintah dan stakeholders harus membangun skema transportasi laut jika jalur Mojosari tidak mampu mengatasi luapan kendaraan lagi. Optimalisasi pelabuhan Probolinggo dan Tanjung Wangi paling lambat harus direalisasikan sampai triwulan I tahun 2008.

Menurut Ir.ERLANGGA SATRIAGUNG Ketua Kadin Jawa Timur, tanpa skema transportasi laut, aktivitas pengusaha yang berkepentingan dengan transportasi dari dan ke Jawa Timur arah timur, makin menurun. Sampai satu tahun sejak kasus lumpur Lapindo muncul, aktivitas pengusaha di Jawa Timur turun 30%-50%.

Pada suarasurabaya.net, Kamis (19/04), ERLANGGA menegaskan, saat ini biaya pengangkutan melalui darat dari Surabaya ke Probolinggo sebesar Rp 1 juta sampai Rp 1,2 juta. Sedangkan laut dari Surabaya ke Banyuwangi bisa 4 sampai 5 kali lipat.

Bagi pengusaha, kata ERLANGGA, pasti berhitung berapa biaya yang harus dikeluarkan jika melalui pelabuhan Probolinggo maupun Tanjung Wangi. Sementara pengelola pelabuhan juga berhitung soal investasi peralatan dan perusahaan pelayaran akan melihat bagaimana jaminan volume angkutnya.

Untuk mengoptimalkan pelabuhan Tanjung Wangi dan Probolinggo, kata ERLANGGA, pemerintah harus memberikan insentif soal pentarifan jasa pelabuhan. Paling tidak biaya di pelabuhan Tanjung Wangi maksimal 60% dari tarif di Tanjung Perak. Berikut penjelasan ERLANGGA,{clip*1}.

ERLANGGA mengatakan Raya Mojosari tidak dirancang untuk beban kendaraan yang begitu padat. Kendaraan yang seharusnya melewati Raya Porong menuju wilayah Jawa Timur arah timur terpaksa dialihkan ke Mojosari, akibat luapan lumpur.

Ini menyebabkan jalan Raya Mojosari rusak parah dan sulit dijadikan jalur alternatif lagi selama luberan lumpur tidak mampu dikendalikan.

Teks foto :
– Ir ERLANGGA SATRIAGUNG
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
26o
Kurs