Puspita Martha International Beauty School membuka cabang kedua di Jl.Raya Bukit Darmo Surabaya, Rabu (18/04). Pembukaan cabang kedua ini setelah cabang pertama di Jl.Bogowonto dibuka 4 tahun lalu.
MARTHA TILAAR Owner PT Puspita Martha Group pada suarasurabaya.net, mengatakan, pengembangan sekolah kecantikan dan perawatan tubuh ini untuk memenuhi permintaan pasar. Peminat cukup tinggi baik untuk diri sendiri, untuk menciptakan lapangan kerja maupun dijadikan franchise.
Sebagian besar siswa Puspita Martha International Beauty School 60%-70% adalah lulusan S1 dan S2. Bahkan ada yang berprofesi sebagai dokter dan insinyur.
“Kehadiran klinik kecantikan dengan teknologi canggih menunjukkan kemajuan dari masyarakat kita. Tetapi kita perlu preserved budaya kita sendiri yang based on multiculture,”ujarnya.
Dengan menempuh pendidikan 1 tahun, kata MARTHA, seseorang bisa menciptakan pekerjaan sendiri dan bisa diterima di mana saja. Karena Puspita Martha Internasional Beauty School memiliki 3 sertifikasi internasional yakni dari Cibtac dari Inggris bidang Photographic & Fashion Make Up serta Media Make Up, Pivot Point Amerika bidang Hairdressing dan Cidesco Zurich untuk bidang Aesthetic.
Sementara PAULA HARTANUS Asst General Manager Puspita Martha International Beauty School menjelaskan sampai saat ini ada 10 cabang di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Palangkaraya, Semarang dan Surabaya.
Di Jakarta, kata PAULA, lulusan siswa sebesar 2500 orang per tahun. Sekitar 5%-10% siswa dari luar negeri seperti Jepang. Para siswa ini masuk ke Puspita Martha untuk kebutuhan diri sendiri (30%), untuk bekal mencari pekerjaan (50%) dan bertujuan memperoleh franchise untuk usaha sendiri (20%).
Sesuai standar yang ditetapkan, tambah PAULA, untuk kota besar cukup dua cabang sekolah internasional. Bagi kota-kota kecil dibatasi satu sekolah saja.
Sekolah cabang kedua di Surabaya saat diresmikan hari ini, jumlah siswa mencapai 50 orang. Menurut DIMAS ANDYAN INDRA Branch Manager Puspita Martha International Beauty School, sampai April ini ditargetkan bisa menjaring 80 siswa.
“Ada dua model pendidikan yakni reguler yang berlangsung 1 tahun penuh dan non reguler yang sifatnya private 1 bulan. Kita targetkan sampai akhir 2007 memperoleh 200 siswa reguler dan 40 non reguler,”pungkasnya.
Teks foto :
– MARTHA TILAAR
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

