Senin, 19 Oktober 2026
Kebijakan LPS

Berharap Bank Kelola Risiko Lebih Baik

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pemberlakukan penurunan penjaminan maksimum Rp 100 juta oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), diharapkan bisa memicu bank mengelola risiko lebih baik. Dengan melaksanakan Good Corporate Governance, Bank tidak lagi obral hadiah ke nasabah.

Dr E WILOPO Ketua ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Jawa Timur mengatakan bank yang sehat tidak hanya bisa dilihat dengan pemberian hadiah secara besar-besaran kepada nasabah. Tapi dilihat dari kinerja yang lainnya.

Meski sudah ada LPS, kata WILOPO, tidak berarti bank tergantung dengan LPS. Karena secara substansi dari bisnis perbankan tidak menggantungkan diri jika collapse, nasabahnya berlomba-lomba ke LPS.
Industri perbankan di Jawa Timur, menurut WILOPO, kondisinya juga tidak jauh beda dengan perbankan secara nasional. Secara nasional ini bisa dilihat dari angka yang ditunjukkan dari total pemegang simpanan nasional yang jumlahnya mencapai 98%. Dan mereka hanya memegang 20% dari total dana yang ada.

Sementara di Jawa Timur sekitar 3% yang memegang 80% dari total dana dan tidak pada perorangan melainkan institusi. Padahal institusi melihat bank sehat bukan dari obral hadiah melainkan kinerjanya.

“Jika Perbankan memiliki good corporate governance, mudah-mudahan tidak ada keterkejutan pada masyarakat seperti tahun 1997-1998. Bank Indonesia sudah mengantisipasi dengan API (Arsitek Perbankan Indonesia),”ujarnya.

Jumlah rekening di Jawa Timur, kata WILOPO, dari 36 juta penduduk hanya ada 9 juta rekening saja. Dari 9 juta rekening tersebut, sekitar 20% dimiliki masyarakat umum dan 80% institusi.

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
37o
Kurs