Menyikapi dampak ekonomi dan usaha di Jawa Timur akibat lumpur Lapindo, puluhan Perusahaan Otobus (PO) jurusan Surabaya-Malang membentuk konsorsium.
MUSTOFA Ketua Organisasi Perusahaan Angkutan Darat (Organda) Jatim pada RULLY reporter Suara Surabaya, Sabtu (24/02), mengatakan, ada 20 lebih PO yang biasa melayani jurusan Surabaya-Malang akan membentuk konsorsium. Hal ini dilakukan untuk efisiensi di saat load factor atau keterisian tempat duduk bus Surabaya-Malang semakin menurun.
MUSTOFA mengatakan posisi load factor sekarang berada di kisaran 40%. Selain itu, jumlah bus yang terlalu banyak ada sekitar 500 unit. juga dijadikan alasan membentuk konsorsium.
Dengan dibentuknya konsorsium, diharapkan puluhan PO bisa sinergi mengatur jumlah bus yang keluar, Keterisian tempat duduk atau load factor bisa lebih ditingkatkan dan biaya operasional bus Surabaya-Malang bisa lebih ditekan.
Untuk tarif layanan dijamin tidak akan dinaikkan. Konsorsium akan tetap patuh dengan peraturan Pemerintah soal tarif bis Surabaya-Malang. Berikut penjelasan MUSTOFA, {clip*1}.
MUSTOFA mengatakan, saat ini sedang diupayakan melakukan pendekatan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menjelaskan pembentukan konsorsium ini bukan semata-mata memonopoli. Ini mencegah kebrangkutan PO yang terimbas dampak luapan lumpur di Porong.
NOW ON AIR SSFM 100

