Meski pasar motor di Indonesia didominasi produk Jepang, namun motor Dayang tetap memiliki pasar tersendiri. Bahkan dieskpor ke Yunani, Afrika, Timur Tengah hingga Amerika.
Pasar terbesar di Timur Tengah yang mencapai kontribusi 50% dari total produk. Permintaan pasar ekspor tergantung dari negara yang dituju. Sedangkan untuk pasar nasional, menurut INDRAWATI Marketing Manager PT Dayang Motor Indonesia, seimbang dengan pasar internasional.
Pasar di Indonesia sendiri terbesar untuk Pulau Jawa. Pemasaran dilakukan para dealer yang ada di Surabaya, Situbondo, Trenggalek, Lumajang, Kediri dan hampir di setiap kota di Pulau Jawa.
Motor Dayang produk lokal pabrikan di Solo, kata INDRAWATI pada suarasurabaya.net, Senin (19/02), berkapasitas produksi ribuan per bulan. Produk yang dihasilkan cukup beragam mulai segmen anak-anak, segmen menengah bawah hingga atas. Misalnya, untuk segmen menengah dengan tipe bebek atau segmen atas dengan tipe motor hobi (motor besar).
“Dayang sendiri mengeluarkan 20 tipe. Produk terbaru yakni motor roda tiga untuk angkutan barang dan motor angkutan penumpang (tipe bemo). Dayang sendiri diproduksi sejak 1998,”ujarnya.
Mengenai persaingan dengan motor Jepang, INDRAWATI menegaskan, Dayang mengambil posisi di tengah. Artinya, Dayang berada di bawah motor Jepang tapi di atas motor Cina.
Dalam pasar motor, ungkap INDRAWATI, Dayang tidak kuatir karena Dayang sebenarnya lisensi mesinnya dari Jepang. Dengan demikian kualitasnya tidak diragukan lagi.
Dari segi harga, Motor Dayang sangat terjangkau karena harganya separuh dari harga motor Jepang. Misalnya, Honda Rp 12 juta, Dayang cukup Rp 6 juta dengan garansi 1 tahun.
Selama 2007 ini, penjualan Dayang ditargetkan 700-1000 unit per bulan dari seluruh tipe. Tipe yang paling diminati yakni tipe bebek hampir 75% dari total tipe.
Teks foto :
– Motor Dayang masuk ke pasar motor di tengah-tengah produk Jepang dan Cina
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

