Senin, 19 Oktober 2026

Bisnis Angkutan Darat Tetap Terpuruk Selama 2007

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Bisnis perusahaan angkutan darat di Jawa Timur selama 2007, masih tetap terpuruk sama dengan 2006. Ini dipicu belum tuntasnya penanganan lumpur Lapindo dan masalah tarif pesawat yang belum ditentukan batas bawahnya oleh pemerintah. Demikian pendapat HB MUSTOFA Ketua Organda (Organisasi Angkutan Darat) Jawa Timur terkait prediksi bisnis Organda.

Pada suarasurabaya.net, Rabu (07/02), MUSTOFA mengatakan, belum ada ketentuan batas bawah menyebabkan tarif pesawat cukup murah untuk jarak jauh. Misalnya, rute Surabaya-Jakarta bisa Rp 90 ribu. Organda sendiri, tidak tahu harus memainkan strategi seperti apa.

Untuk jarak dekat saja, masyarakat banyak yang beralih ke sepeda motor. Sedangkan jarak jauh memilih pesawat yang tarifnya murah dengan waktu lebih singkat. Yang dipikirkan saat ini, kata MUSTOFA, masalah lumpur Lapindo harus segera dituntaskan.

Evaluasi kerugian Organda Jawa Timur selama 2006, papar MUSTOFA, setiap bulan merugi Rp 1,2 milyar untuk angkutan ke daerah timur dan selatan. Dari 1000 armada (untuk wilayah timur/Banyuwangi dan selatan/Malang), yang beroperasi hanya 40%.

Meski demikian, belum ada perusahaan yang gulung tikar. Pengusaha pintar-pintar mengatur. Misalnya dari 100 armada yang dimiliki pengusaha, yang dioperasikan hanya 30 armada secara bergantian. Rata-rata pendapatan dari satu armada yang rutenya Surabaya-Malang bisa mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per hari.

Terkait dengan rencana kenaikan tarif, menurut MUSTOFA, memang Jawa Timur belum ada. Namun ke arah sana baru dilakukan pembahasan beberapa kali. Rencana kenaikan tarif sekitar 15%.

Meksipun nantinya tarif dinaikkan, tegas MUSTOFA, tetap tidak bisa menutup biaya operasional. Apalagi jumlah penumpang makin menurun tinggal 40% saja.

Teks foto :
– HB MUSTOFA Ketua Organda Jatim
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
28o
Kurs