Senin, 19 Oktober 2026
Dampak Banjir Jakarta

Waspadai Rush Buying, Dongkrak Perekonomian

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Banjir di Jakarta memang berdampak luas terhadap makro ekonomi. Namun belum tentu akan menurunkan laju perekonomian.

Bahkan, banjir Jakarta menurut BAMBANG IRAWAN Advisor Change Management Consulting, malah bisa saja mendongkrak laju perekonomian.

Pada suarasurabaya.net, Senin (06/02), BAMBANG mengatakan, side effect banyak dialami berbagai sektor mulai ritel, logistik, otomotif sampai banking. Banjir yang besar di Jakarta menyebabkan distribusi logistik harus berjalan cepat.

Dengan permintaan yang cukup besar dari masyarakat, sektor ritel pasti terdongkrak penjualannya. Mobil-mobil yang ikut terendam air selama banjir begitu banjir surut membuat bengkel kebanjiran order.

Selain itu, ungkap BAMBANG, banking yang ATM-nya tidak berfungsi gara-gara banjir harus mengalami penambahan cost. “Yang perlu diwaspadai saat banjir mulai surut, akan terjadi rush and panic buying seperti tahun 2002 saat Jakarta mengalami banjir. Ini dipicu masyarakat harus membeli makanan berlebih dan inventory di rumahnya. Bagi industri manufaktur akan terjadi peningkatkan omset yang sebetulnya semu karena masalah banjir,”paparnya.

Kondisi yang terjadi pasca banjir surut, prediksi BAMBANG, juga akan memicu tingkat inflasi. Misalnya, dari gudang Bulog yang ikut kebanjiran mau tidak mau beras impor yang sudah masuk hilang dan pemerintah harus impor lagi. Bursa Efek yang sudah berjalan baik karena tidak bisa beroperasi selama banjir, tentu akan drop.

Sektor properti juga terkena imbasnya. Daerah yang kebanjiran menyebabkan harga perumahan akan merosot drastis karena daerah tersebut jelas tidak bebas banjir. Berikut penjelasan BAMBANG, {clip*1}.

Saat ini, tegas BAMBANG, memang cukup sulit melakukan sesuatu. Harus menunggu siklus yang terjadi dan pemerintah perlu segera adjusment terhadap side effect-nya, dalam waktu 2 minggu hingga 1 bulan ke depan.

Dana bantuan atau dana suka rela yang masuk ke bank, menurut BAMBANG, hendaknya juga perlu dipertimbangkan kembali karena akan menggangu balancing di banking juga. “Tapi kita berpikir positif, secara tidak langsung perekonomian akan menggeliat termasuk dampaknya ke daerah. Untuk Surabaya sendiri, belum terlihat dampaknya kecuali pendistribusi BBM yang perlu diwaspadai. Ini tergantung sejauh mana Pertamina mengangtisipasinya,”pungkasnya.

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
28o
Kurs