Cegah bocornya beras dan gula impor yang masuk lewat Jawa Timur Disperindag Jatim menggunakan 2 sistem pengawasan, kata CIPTO BUDIONO Kadisperindag Pemprop Jawa Timur.
Dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, Senin (29/01), kata CIPTO pengawasan dilakukan secara administratif dan fisik. Upaya pencegahan bocornya gula dan beras impor di Jawa Timur perlu dilakukan, untuk melindungi petani dari upaya spekulasi para tengkulak.
Kadisperindag Pemprop Jawa Timur mengatakan, beras impor tidak boleh bocor ke Jawa Timur, karena akan didistribusikan ke NTT, Papua dan Sulawesi Tengah. Sementara untuk gula impor, akan didistribusikan ke Bali, NTT dan NTB
CIPTO mengatakan, untuk gula akan diimpor dari Thailand, sebanyak 8 ribu ton. Sementara beras akan didatangkan dari Vietnam, sebanyak 62 ribu ton, dan didatangkan ke Jawa Timur mulai awal Februari ini. Dengan datangnya gula dan beras impor itu, Disperindag Jawa Timur, akan mengawasi secara ketat proses distribusinya, kata CIPTO,{clip*1}.
CIPTO menjelaskan, khusus kebutuhan beras, di Jawa Timur untuk tahun ini masih tetap surplus, sementara gula diperkirakan juga masih surplus, tapi Jawa Timur tetap membutuhkan stok gula. ini dilakukan, karena gula dari Jawa Timur tidak hanya untuk distribusi Jawa Timur, beberapa propinsi lain diantaranya NTB, NTT juga masih memerlukan gula dari Jawa Timur.
Secara nasional beras impor akan didatangkan pemerintah sebanyak 500 ribu ton, sementara gula akan didatangkan 200 ribu ton tahun ini, kata CIPTO
Kemampuan produksi gula dari beberapa pabrik gula di Jawa Timur, sekitar 1 juta 50 ribu ton, kondisi ini sama dengan tahun sebelumnya karena produksi tebu Jawa Timur tahun ini mengalami penurunan.
NOW ON AIR SSFM 100

