Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprop Jawa Timur mulai merencanakan pemetaan kembali sumur-sumur migas yang sudah tua namun masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Hal ini terkait ketertarikan investor Rusia untuk menanamkan dananya di sektor tersebut.
Pada suarasurabaya.net, Senin (08/01), MADE SUTARYA Kadis Energi Sumber Daya Mineral Pemprop Jawa Timur mengatakan, selama ini, data yang dimiliki tahun 1960-an banyak sumur migas sulit terdeteksi lagi, karena sudah menjadi kawasan penduduk. Dari studi sebelumnya, terdapat sekitar 1.500 sumur migas tua yang masih berpotensi untuk dikembangkan.
Sumur-sumur tersebut, kata MADE, tersebar di daerah Bojonegoro, Tuban, Madura, Surabaya, dan Gresik. “Sayangnya, beberapa diantara sumur tersebut saat ini sudah menjadi pemukiman penduduk. Seperti di Surabaya. Daerah Wonokromo, Bratang, sekitar jalan A.Yani, dan Krukah, diduga memiliki banyak sumur tua peninggalanan Belanda,”ujarnya.
Untuk melakukan studi ini, pihaknya telah telah mengajukan dana sebesar Rp 1,5 milyar. Dari tersebut rencananya diambil dari APBD. “Kalau studi ini dapat dimulai awal tahun ini, kami optimis akhir tahun sudah ada hasilnya,”kata MADE.
Pemetaan kembali sumur-sumur migas tua, menurut MADE, tidak hanya berdasarkan dari aspek bisnisnya semata, tetapi juga terkait tata kota. Ini karena letaknya yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk.
Dalam studi tersebut, akan mencari alternatif pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan dalam memanfaatkan lahan kosong yang terdapat sumur migas tuanya. Seperti perusahaan yang ingin mendirikan bangunan diatasnya. Ia menyadari, sebenarnya untuk mengetahui potensi sumur tua yang ada, merupakan kewenangan dari Departemen ESDM dan juga BP Migas.
Akan tetapi, pihaknya menilai, studi ini perlu dilakukan guna mengetahui letak dan seberapa besar potensi yang terkandung didalamnya. Dengan demikian, dapat dimanfaatkan untuk investasi maupun data kekayaan negara.
NOW ON AIR SSFM 100

