Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur meminta pemerintah segera menangani infrastruktur Raya Porong secara tuntas. Bukan tambal sulam seperti yang selama ini terjadi. Hal ini diungkapkan AGUS MUSLIM Wakil Ketua HIPMI Jawa Timur.
Pada suarasurabaya.net, Senin (08/01), AGUS mengatakan, infrastruktur Raya Porong merupakan urat nadi transportasi penting bagi pengusaha di berbagi sektor. Jika urat nadi tidak segera dituntaskan, persoalan yang dihadapi pengusaha akan berkelanjutan.
“Sampai saat ini pengusaha terbebani dengan biaya ongkos tinggi dari sisi transportasi. Komoditi konsumsi sehari-hari mengalami kenaikan harga meski tidak signifikan, tapi ini dikonsumsi banyak orang. Biasanya wortel yang mudah ditemukan dan dibeli, sekarang saja harganya melonjak Rp 1500 3 biji. Padahal sebelumnya Rp 500 per 3 biji,”ujarnya.
AGUS menjelaskan banyak komoditi konsumsi sehari-hari yang memanfaatkan Raya Porong sebagai urat nadi transportasi dari wilayah timur dan selatan Jawa Timur ke Surabaya. Untuk itu, pemerintah segera memberikan solusi secepatnya dan komprehensif.
Belum tuntasnya penanganan Raya Porong, menurut AGUS, dipicu tidak adanya otoritas kewenangan. Ia mencontohkan pembongkaran over puff di Raya Porong terjadi tarik ulur meski ada Timnas Penanggulangan Lumpur Lapindo, Jasa Marga, Lapindo Brantas Inc maupun Pemkab Sidoarjo.
“Sebenarnya tidak perlu ada tarik ulur. Semua harus berpikir tentang efek domino akibat terganggunya infrastruktur Raya Porong, Persoalan ini sudah kita sharing dengan Kadin Jawa Timur,”ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

